
Pilih Capres-Cawapres Tidak Terkait Persoalan Masa Lalu

Pilihlah capres maupun cawapres yang tidak terkait persoalan masa lalu yang hingga sekarang belum juga tuntas terselesaikan seperti kasus Century, Hambalang, dan lain-lain,"
Bandarlampung, (Antara Lampung) - Aliansi masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Satu (GIS) mengimbau masyarakat untuk memilih calon presiden dan wakil presiden yang tidak terkait persoalan masa lalu.
"Pilihlah capres maupun cawapres yang tidak terkait persoalan masa lalu yang hingga sekarang belum juga tuntas terselesaikan seperti kasus Century, Hambalang, dan lain-lain," kata Ketua Media GIS Mirwan Karim di Bandarlampung, Rabu.
Ia menyebutkan, presiden dan wakil presiden mendatang harus dapat menjamin kesejahteraan untuk rakyat dan tidak terlibat dalam persoalan-persoalan masa lalu yang belum juga terselesaikan.
Menurut dia, persoalan yang hingga sekarang masih juga belum tuntas seperti kasus Century dan orang yang terlibat di sana masih juga menginginkan jabatan sebagai cawapres perlu dikritisi.
Ia mengharapkan partai pengusung capres maupun cawapres melihat rekam jejak calon dan tidak terlibat persoalan masa lalu yang hingga sekarang belum juga tuntas.
"Kami tidak menginginkan kasus-kasus masa lalu terjadi lagi," ujarnya pula.
Selain itu, GIS juga mengharapkan capres dan cawapres berumur antara 50-55 tahun atau di bawah 60 tahun, energik dapat bekerja maksimal.
"Kami menginginkan capres dan cawapres yang masih muda dan energik, bukan kakek-kakek," ujarnya pula.
Mirwan juga mengharapkan dalam penentuan calon wakil presiden jangan ada politik uang.
"Penentuan cawapres jangan ada politik uang. Jangan karena ada sponsorship partai politik yang mengusung calon presiden lebih memilih cawapres yang punya sponsor," katanya pula.
Ia menyebutkan bahwa partai politik seharusnya melihat kriteria atau rekam jejak cawapres untuk mendampingi capres yang diusungnya, bukan melihat dari siapa yang membiayai atau jadi sponsornya.
Cawapres mendatang, katanya, harus memiliki kapabilitas serta rekam jejak yang bagus serta tidak hanya mampu di bidang perekonomian saja tetapi juga kenegaraan, politik, dan hukum.
Hingga sekarang, menurut dia, baru PDI Perjuangan yang telah mengusung calon presiden dan belum menentukan cawapresnya. Sementara partai maupun koalisi partai lainnya belum menentukan capres maupun cawapres.
Beberapa tokoh nasional seperti Jusuf Kalla, Mahfud MD dan beberapa nama lainnya digadang-gadang untuk berpasangan dengan capres PDIP Joko Widodo.
GIS menilai Mahfud MD memiliki kriteria untuk mendampingi Jokowi mengingat beliau selain sebagai negarawan juga memiliki pengalaman di legislatif sebagai anggota DPR RI, di eksekutif sebagai menteri pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, dan yudikatif sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi.
Mirwan menjelaskan dengan pengalamannya di tiga unsur lembaga negara, kata dia, Mahfud diharapkan dapat menyusun tim perumus kebijakan pemerintahan mendatang, sekaligus sebagai motor dari reformasi kelembagaan institusi pemerintahan.
Menurutnya Mahfud MD pantas disebut negarawan mengingat kiprah beliau selama ini karena telah menjabat posisi penting di negara ini.
"Di eksekutif, legislatif, dan yudikatif beliau pernah menjabat posisi penting," ujarnya pula.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
