Logo Header Antaranews Lampung

Bentrokan Di Mesuji, Satu Tewas

Jumat, 4 April 2014 06:16 WIB
Image Print
Warga Register 45 Mesuji (FOTO ANTARA LAMPUNG/Dedi Irawan)

Bandarlampung (Antara Lampung) - Bentrokan antarwarga terjadi di kawasan Register 45 Mesuji, Provinsi Lampung, Kamis, mengakibatkan satu korban tewas, telah ditangani pihak kepolisian setempat agar tidak meluas dengan merazia warga yang membawa senjata tajam.
Kondisi Mesuji Berangsur Kondusif
Akan tetapi, Polda Lampung melaporkan kondisi terkini yang menyebutkan kondisi Mesuji berangsur kondusif, setelah aparat kepolisian melakukan penjagaan ketat di tempat kejadian.
"Situasi sudah berangsur kondusif, tim buru sergap (buser) pun telah turun dan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih.
Dia mengatakan bentrok itu memakan korban jiwa yakni satu orang atas nama Yusnadi dan tiga orang mengalami luka hingga mendapatkan perawatan cukup intensif.
"Terjadi perkelahian antara warga Desa Pematang Panggang OKI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan warga Desa Marga Jaya Register 45 Mesuji Provinsi Lampung di kawasan Register 45 kejadian sekitar pukul 13.00 WIB," kata dia.
Ia mengatakan kronologis kejadian berawal dari tanaman singkong warga register 45 dicabuti, dengan maksud hendak dipanen oleh warga Pematang Panggang.
Namun, belum sempat diangkut ke mobil, warga register 45 dari Desa Marga Jaya sempat melarang, tetapi hal tersebut tetap dilakukan dan terjadilan bentrok.
"Dalam peristiwa tersebut, satu orang dibacok oleh warga register 45," kata dia.
Ia mendengar hal tersebut kelompok Pematang Panggang menyerang register 45 untuk membalas dendam dengan tujuan rumah Muslim, salah satu orang yang dituakan di Desa Marga Jaya.
"Akan tetapi situasi saat ini sudah terkendalai, pihak Polres Mesuji telah siaga di lokasi," kata dia.
Dia menegaskan bahwa untuk mengantisipasi kejadian susulan, pihak kepolisian telah disiagakan.
Saat ini langkah yang telah dilakukan reskrim dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi dan alat bukti lain untuk identifikasi pelaku.

Redaktur : Hisar Sitanggang



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026