Logo Header Antaranews Lampung

China Tak Setuju Teritorial Jepang

Minggu, 9 Maret 2014 07:46 WIB
Image Print
Kapal keamanan wilayah laut. (FOTO: ANTARA LAMPUNG Dok/Kristian Ali/M Awaludin).
Mengenai dua isu prinsip, sejarah dan wilayah, tidak ada ruang untuk kompromi."

Beijing (Antara/Kyodo-0ANA) - China tidak akan membuat kompromi tentang isu-isu teritorial dan sejarah, kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi Sabtu, karena tidak ada prospek yang terlihat bagi peningkatan ketegangan selama beberapa tahun antara Beijing dan Tokyo.

Sengketa tersebut tampaknya akan dijinakkan dalam waktu dekat.

"Mengenai dua isu prinsip, sejarah dan wilayah, tidak ada ruang untuk kompromi," kata Wang pada konferensi pers di Beijing.

"Jika beberapa orang di Jepang bersikeras menjungkirbalikkan putusan agresi di masa lalu, saya tidak percaya masyarakat internasional dan semua orang-orang pecinta perdamaian di dunia akan pernah mentolerir atau membiarkan hal itu."

Dia mengkritik Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk tidak menghormati konsensus yang kedua negara telah capai pada saat normalisasi hubungan diplomatik pada tahun 1972 berdasarkan premis "dengan benar menangani sejarah."

Menteri luar negeri China pada Sabtu bahwa mengatakan negaranya akan mempertahankan dengan sekuat tenaga kedaulatannya dan menyatakan "tidak ada ruang bagi kompromi" dengan Jepang menyangkut wilayah atau sejarah.

"Kami belum pernah menggertak negara lebih kecil. Kami tidak akan pernah menerima tuntutan tidak masuk akal dari negara lebih kecil," kata Menlu Wang Yi kepada wartawan.

"Mengenai masalah wilayah dan kedaulatan, sikap China tegas dan jelas: Kami tidak akan melakukan tindakan apapun yang bukan keinginan kami, tetapi kami akan mempertahankan setiap inci wilayah milik kami," katanya.

China terlibat sengketa dengan beberapa negara tetangganya termasuk Filipina dan Jepang, terpusat pada saling klaim di wilayah perairan Laut China Selatan dan Laut China Timur.

Beijing mengklaim bahwa hampir seluruh Laut China Selatan adalah wilayahnya tetapi Filipina, Vietnam, Malaysia,Brunei Darussalam dan Taiwan juga mengklaim sebagai wilayah itu.

Sengketa dengan Tokyo terutama terlibat dendam sejarah antara dua negara menyangkut invansi Jepang atas China pada tahun 1930-an dan 1940-an.

Beijing dan Tokyo mengklaim kepulauan kecil yang tidak berpenduduk di Laut China Timur, yang dikuasai Jepang yaitu Kepulauan Senkaku, tetapi juga diklaim China yang menamakannya Kepulauan Diaoyu.

Pejabat China dan media pemerintah tahun ini menuntut Jepang merefleksi mengenai agresi sejarah dan kekejamannya, banyak yang hampir sama ketika Jerman pasca-perang dengan tindakan Nazinya pada masa lalu," kata Wang kepada wartawan di sela-sela Kongres Rakyat Nasional, parlemen China yang dikuasai komunis.

Penerjemah: A. Krisna.



Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026