
Judi Togel Jaringan Singapura di Bandarlampung Terbongkar

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Polresta Bandarlampung mengungkap perjudian jenis toto gelap (togel) jaringan Singapura dengan menangkap tersangka Rahmat Haris (29) warga Kelurahan Pelita, Kecamatan Tanjungkarang Pusat.
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya, di Bandarlampung, Kamis (9/1), mengatakan penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat bahwa terdapat praktik perjudian togel di tempat biliar wilayah Kecamatan Telukbetung Utara.
"Dari informasi tersebut kami melakukan penyelidikan dan didapati Rahmat Haris alias Geper yang merupakan petugas parkir sedang menerima pasangan nomor togel dari para pemasang," kata dia.
Pada saat itu, tersangka langsung ditangkap berikut barang bukti telepon genggam dan uang dari para pemasang.
Ia menjelaskan dari keterangan tersangka perjudian togel ini dilakukan secara online oleh rekannya HD yang masih buron. Pada saat dilakukan penggerebekan di rumahnya di Kelurahan Pelita, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, tersangka telah melarikan diri.
"Di rumahnya kami hanya berhasil mengamankan satu buah laptop dan satu telepon genggam," katanya.
Ia mengungkapkan, modus operandi mereka bahwa nomor togel pasangan tersebut dikirim secara online oleh tersangka HD melalui situs www.828bet.com. Situs tersebut
mengikuti pasaran togel di Singapura, uang pasangan tersebut dikirim secara transfer oleh HD ke rekening bandar yang ada di situs tersebut.
Dery menjelaskan, jika nomor togel yang dipasang tersebut keluar, maka pemasang mendapatkan uang yang diperoleh dari transfer bandar ke rekening HD.
"Keuntungan yang mereka peroleh berdasarkan persentase dari pasangan para pemasang dan hasil yang diperoleh pemasang apa bila nomor yang dipasang keluar," katanya.
Ia mengungkapkan tersangka sudah tujuh bulan membuka praktik perjudian togel
online dengan omzet jutaan rupiah.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancama penjara paling lama 10 tahun penjara.
Berdasarkan pengakuan tersangka Rahmat, dirinya menjalankan bisnis judi togel
sekitar tujuh bulan. Dengan mendapat keuntungan Rp100 ribu dalam satu harinya dari bandar yang ada di Singapura dan mengambil uangnya ditransfer melalui rekening bank BCA.
"Keseharian saya selain jualan togel, sebagai juru parkir di Rumah Makan Uda
Sayang. Dalam sehari setor uang dari pemasang ke bandar senilai Rp1 juta, dari situ saya dapat upah sebesar Rp100 ribu," kata dia.
Keuntungannya, lanjutnya, tergantung dari banyak tidaknya pemasang, semakin banyak yang pasang makin banyak pula keuntungannya.
Ia menambahkan, awalnya menjadi bandar judi togel online, dari teman bernama HD dan dikenalkan dengan bandar besarnya di Singapura melalui online dengan memberikan website tersebut.
Pewarta : Roy Baskara
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
