Logo Header Antaranews Lampung

Amerika Peringatkan Taliban

Minggu, 23 Juni 2013 08:32 WIB
Image Print
Adalah harapan kami bahwa ini dapat merupakan satu langkah penting dalam rekonsiliasi jika itu mungkin dilakukan. Kami tahu bahwa itu mungkin tidak dapat dilakukan."

Doha (Antara/AFP) - Amerika Serikat Sabtu mengatakan pihaknya dapat meminta Taliban menutup satu kantornya di Qatar kecuali mereka menunjukkan komitmen lebih kuat bagi rekonsiliasi di Afghanistan.

Utusan khusus AS James Dobbins tiba di kerajaan Teluk Persia itu dan ikut serta dalam perundingan dengan Qatar bersama dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Tetapi Kerry mengatakan AS belum bersedia bertemu dengan Taliban dan menuduh kelompok gerilyawan itu tidak menghidupkan usaha-usaha perdamaian.

"Adalah harapan kami bahwa ini dapat merupakan satu langkah penting dalam rekonsiliasi jika itu mungkin dilakukan. Kami tahu bahwa itu mungkin tidak dapat dilakukan," kata Kerry kepada wartawan di Doha.

Jika Taliban tidak menanggapi kekhawatiran itu,"kami harus mempertimbangkan apakah kantor itu harus ditutup atau tidak."

"Terserah kepada Taliban untuk membuat pilihan itu," katanya, menyebut satu pertikaian pekan lalu " ujian riil pertama apakah Taliban siap melaksanakan janjinya".

Gerilyawan itu membuka kantor di Doha Selasa dengan nama "Emirat Islam Afghanistan dan mengibarkan bendera Taliban.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai menentang keras kantor itu, yang secara simbolis mewakili satu pemerintah di pengasingan bagi Taliban, yang memberlakukan hukum Islam ketika kelompok memerintah Kabul tahun 1996 sampai digulingkan pasukan pimpinan AS setelah serangan 11 September 2001 di AS.

Pemerintah Presiden Barack Obama mendukung dialog dengan Taliban saat AS sedang bersiap-siap menarik 68.000 personil pasukan tempurnya dari Afghanistan tahun depan, mengakhiri perang AS yang terlama yang mendapat kecaman yang kian meningkat di dalam negeri.

Pada Sabtu, Karzai bertemu dengan para anggota perlemen dan kembali menegaskan bahwa proses perdamaian harus dipimpin Afghanistan.

"Perdamaian adalah satu harapan suci bagi rakyat kami. Kami akan meneruskan usaha-usaha kami bagi perdamaian dan tidak akan mengizinkan pihak asing menggunakan proses perdamaian kami untuk tujuan yang menyenangkan mereka sendiri," kata satu pernyataan kepresidenan yang mengutip pernyatannya.

Kerry mengatakan terlalu cepat untuk memperhatikan tuntutan-tuntutan Taliban seperti pembebasan para tahanan.

Para pejabat AS mengatakan Dobbins, utusan khusus AS untuk Afghanistan dan Pakistan, akan memimpin kemungkinan perundingan dengan Taliban dan Kerry tidak akan ikut serta.

Kerry ikut sera dalam perundingan-perundingan di Doha untuk apa yang disebut "Sahabat Suriah" untuk membahas dukungan bagi pemberontak yang berperang melawan pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Diplomat penting AS itu berulang-ulang memuji Qatar, yang memainkan peran regional yang meningkat, untuk menampung kantor itu.

Penerjemah: R.Nurdin/A.Krisna.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026