Logo Header Antaranews Lampung

Februari 2013, Inflasi Turun

Selasa, 2 April 2013 07:39 WIB
Image Print

Bandarlampung, (Antara Lampung) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyebutkan bahwa Kota Bandarlampung pada Maret 2013 mengalami inflasi sebesar 0,97 persen.

"Terdapat lima kelompok pengeluaran yang memberikan andil dalam pembentukan inflasi di Kota Bandarlampung," kata Kepala BPS Lampung Akhmad Jaelani.

Kelima kelompok yang memberikan andil inflasi itu, yakni kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan; dan kelompok pendidikan rekreasi, dan olahraga.

Kelompok sandang dan kelompok kesehatan lanjutnya memberikan andil negatif atau menahan laju inflasi di Kota Bandarlampung.

"Perubahan harga pada tujuh kelompok pengeluaran tersebut menyebabkna terjadinya inflasi di Kota Bandarlampung sebesar 0,97 persen," jelasnya.

Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi diantaranya bawang merah, bawang putih, sate, nasi rames, jeruk, ikan tongkol segar, ikan kembung segar, rendang, kopi bubuk, dan soto.

Jaelani menyatakan, berdasarkan indeks harga konsumen (IHK), inflasi Kota Bandarlampung terjadi karena adanya kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan yang naik 2,58 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 1,09 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,10 persen; kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan, naik 0,06 persen dan kelompok pendidikan rekreasi, dan olahraga naik 0,07 persen.

Sementara kelompok sandang mengalami penurunan indeks 0,38 persen dan kelompok kesehatan turun 0,004 persen.

Inflasi Kota Bandarlampung menempati peringkat ke-17 dari 66 kota yang diamati perkembangan harganya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026