Logo Header Antaranews Lampung

Pemprov Lampung awasi stok dan distribusi komoditas strategis jaga laju inflasi

Selasa, 7 Juli 2026 17:59 WIB
Image Print
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat memimpin rapat pengendalian inflasi daerah. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat langkah pengendalian inflasi

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat pengawasan stok dan distribusi komoditas strategis guna memastikan harga stabil untuk mengendalikan laju inflasi di daerah itu.

"Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui peningkatan koordinasi lintas instansi dan pengawasan terhadap komoditas strategis, guna menjaga stabilitas harga di daerah," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, inflasi tahunan Provinsi Lampung Juni 2026 tercatat sebesar 2,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,45. Sementara itu, inflasi bulanan mencapai 0,55 persen dan inflasi sejak awal tahun sebesar 2,42 persen.

"Capaian tersebut menunjukkan kondisi inflasi di Lampung masih berada dalam kisaran yang terkendali. Meski demikian, pemerintah daerah tetap harus meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat langkah-langkah teknis pengendalian inflasi," katanya.

Dia menjelaskan keberhasilan pengendalian inflasi membutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten serta kota. Sebab kebijakan pemerintah provinsi tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan pemerintah daerah.

"Kami juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat menetapkan skala prioritas dalam pelaksanaan pengawasan, dengan memfokuskan intervensi pada daerah dan pasar yang menjadi penyumbang inflasi," ucap dia.

Menurut dia, seluruh pihak harus mengoptimalkan strategi pengendalian inflasi melalui empat aspek utama yakni menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

"Berdasarkan data terbaru dari BPS, kita perlu lebih fokus pada aktivitas ekonomi dan komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi di Lampung," ujarnya.

Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan di Provinsi Lampung tertinggi pada Juni 2026 terjadi di Kabupaten Mesuji sebesar 3,25 persen, kemudian Kota Metro 3,07 persen dan Kabupaten Lampung Timur 2,93 persen. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Bandarlampung sebesar 2,08 persen.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026