Logo Header Antaranews Lampung

Harga Beras Asalan Bertahan

Senin, 25 Maret 2013 07:59 WIB
Image Print
Stok beras melimpah ( FOTO ANTARA/Dedhez Anggara)

Bandarlampung (Antara Lampung) - Harga beras kualitas asalan di Bandarlampung pada pekan terakhir Maret 2013 ini masih bertahan seperti awal bulan, meski panen padi mulai berlangsung di sejumlah sentra pertanian di Provinsi Lampung.

Menurut sejumlah pedagang beras di Bandarlampung, Senin, pasokan beras dari petani juga lancar karena mereka mulai menjual stok berasnya, sehubungan panen padi mulai berlangsung.

"Di sebagian daerah seperti Metro dan Palas Lampung Selatan, panen padi sudah berlangsung, meski belum banyak," kata Rodjie, salah satu pedagang beras di Bandarlampung.

Menurut dia, harga beras asalan kini berkisar Rp7.000-Rp7.500/kg, sebelumnya berkisar Rp7.500-Rp8.000/kg.

"Selain petani, penggilingan juga menjual stok berasnya kepada para pedagang," kata dia lagi.

Namun, ia menyatakan harga beras kualitas premium tetap bertahan tinggi di atas Rp10.000/kg.

"Beras premium ini selalu tinggi haranya, sulit turun, dan pembelinya juga terbatas," kata dia pula.

Sedang harga beras kualitas medium juga turun tipis dibandingkan sebelumnya.

Harga beras kualitas sedang di Bandarlamoung berkisar Rp8.500- Rp9.000/kg.

Penjualan beras Bulog untuk operasi pasar di pasar tradisional di Bandarlampung masih berlangsung hingga sekarang, dengan harga Rp7.500/kg.

Ketersediaan beras dan pangan lainnya di Lampung juga dilaporkan masih mencukupi, bahkan mengalami surplus apabila dibandingkan dengan tingkat konsumsi masyarakat setempat.

Produksi gabah Lampung tahun 2012 mencapai 3 juta ton, dan masih tersisa 2,859 juta ton gabah kering giling (GKG), dengan tingkat konsumsi masyarakat hanya 867 ribu ton.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026