
Harga Beras Turun

Bandarlampung (Antara Lampung) - Harga beras kualitas asalan di Bandarlampung pada awal Maret 2013 ini cenderung turun sehubungan cuaca di sebagian besar wilayah Provinsi Lampung mulai cerah, sehingga pasokan gabah ke penggilingan semakin lancar.
"Pasokan beras dari penggilingan kepada para pedagang juga melimpah, terutama beras asalan," kata salah satu pedagang beras, Ny Rodjie, di Pasar Tugu Bandarlampung, Kamis.
Menurut dia, harga beras asalan kini berkisar Rp7.200/kg, sebelumnya berkisar Rp7.500-Rp8.000/kg.
"Harga beras itu turun sejak akhir bulan lalu. Kondisi cuaca yang panas sehingga petani bisa menjemur gabahnya, dan selanjutnya digiling. Beras itu selain dikonsumsi, juga dijual untuk membeli kebutuhan lainnya. Penggilingan juga menjual stok berasnya kepada para pedagang," kata dia lagi.
Namun, ia menyatakan harga beras kualitas premium tetap bertahan tinggi di atas Rp10.000/kg.
"Beras premium ini selalu tinggi haranya, sulit turun, dan pembelinya juga terbatas," kata dia pula.
Sedang harga beras kualitas medium juga turun tipis dibandingkan sebelumnya.
Harga beras tersebut turun Rp100 untuk setiap kilogram.
Harga beras kualitas sedang di Bandarlamoung berkisar Rp8.500- Rp9.000/kg.
Penjualan beras Bulog untuk operasi pasar di pasar tradisional di Bandarlampung masih berlangsung hingga sekarang, dengan harga Rp7.500/kg.
Ketersediaan beras dan pangan lainnya di Lampung juga dilaporkan masih mencukupi, bahkan mengalami surplus apabila dibandingkan dengan tingkat konsumsi masyarakat setempat.
Produksi gabah Lampung tahun 2012 mencapai 3 juta ton, dan masih tersisa 2,859 juta ton gabah kering giling (GKG), dengan tingkat konsumsi masyarakat hanya 867 ribu ton
Pewarta :
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
