Logo Header Antaranews Lampung

Mubarok Soal Sikap Anis Matta

Minggu, 3 Februari 2013 16:00 WIB
Image Print
Presiden PKS Anis Matta (tengah) mengangkat tangan bersama dengan Bendahara Umum DPP PKS Mahfudz Abdurrohman (kiri) dan Sekjen DPP PKS Taufik Ridho (kanan) seusai penetapan dan pergantian Presiden PKS di DPP PKS, Jakarta, Jumat (1/2/13). (FOTO ANTAR
Kami maklumi apa yang disampaikan Pak Anis adalah untuk ke dalam partai agar kader tetap solid."

Jakarta (Antara) - Sikap Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Anis Matta terkait kasus suap impor daging sapi yang menyeret mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq, dinilai untuk menjaga para kader PKS tetap solid.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok menyatakan hal itu dalam acara bertajuk Kinerja Pemerintah dan Partai, Tren Anomali 2012 - 2013, di Jakarta, Minggu.

"Kami maklumi apa yang disampaikan Pak Anis adalah untuk ke dalam partai agar kader tetap solid," kata Mubarok

Menurut dia, para kader PKS tidak akan mempercayai Luthfi Hasan Ishaq itu terlibat kasus suap tersebut.

"Saya kira kader di bawah tidak akan percaya karena mereka terbiasa sami'na wa atta'na," katanya.

Sebelumnya Anis Matta menegaskan bahwa PKS menghadapi konspirasi besar menyusul Luthfi Hasan Ishaq yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Hal ini, Insya Allah membangunkan macan tidur PKS," kata Anis.

Menurut Anis Matta, penggantian jabatan Presiden PKS ini menjadi momentum kebangkitan PKS untuk bangkit menghadapi konspirasi besar.

Dalam kasus ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat orang tersangka yaitu anggota DPR LHI, dua direktur PT Indoguna Utama yaitu JE dan AAE, serta AF.

JE, AAE, dan AF ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa (29/1) malam.

JE dan AAE ditangkap KPK pada Selasa lalu di rumah AAE pada pukul 22.30 WIB di Cakung pasca menyerahkan uang senilai Rp1 miliar kepada Ahmad Fathanah di gedung PT Indoguna Utama, sedangkan AF ditangkap KPK di hotel Le Meredien Jakarta pada pukul 20.20 WIB bersama dengan seorang perempuan bernama Maharani, keempatnya kemudian dibawa ke gedung KPK.

KPK juga menyita barang bukti berupa uang yang dibungkus dalam tas plastik hitam senilai Rp1 miliar sebagai nilai komitmen awal untuk mengamankan komitmen kuota daging sapi, uang itu merupakan bagian nilai suap seluruhnya diduga mencapai Rp40 miliar.
(ANTARA).



Pewarta :
Editor: M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026