
Stok Beras Melimpah, Harga Tinggi

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Sejumlah pedagang beras di Bandarlampung, Rabu, menyebutkan stok beras melimpah meski hampir seluruh sentra pertanian padi di Provinsi Lampung masih mengalami musim hujan.
"Karena stok beras melimpah, pihak penggilingan yang rajin menawarkan berasnya kepada pedagang. Banyak tawaran itu yang kita tolak karena tidak ada tempat lagi untuk menampungnya," kata Ny Rodjie, salah satu pedagang beras, di Bandarlampung, Rabu.
Ia menyebutkan kondisi sekarang berbeda jauh dengan tahun lalu. Saat itu para pedagang yang rajin mencari beras ke penggilingan, dan kerap tidak mendapatkannya karena petani memilih untuk tidak menjual beras atau gabahnya.
Meski stok beras cukup melimpah dan Perum Bulog telah menggelar operasi pasar (OP), ia menyebutkan harga beras tetap tinggi.
Harga beras OP mencapai Rp7.500/kg, sedang beras asalan produksi Lampung Rp7.800/kg.
Disparitas harga yang tidak terlalu besar antara beras OP dan beras asalan menyebabkan warga lebih suka membeli beras asalan.
"Yang beli beras OP masih ada, namun tidak banyak," kata Fajar, salah satu pedagang beras lainnya.
Harga beras kualitas sedang berkisar Rp8.500-Rp9.500/kg, dan beras premium di atas Rp10.000/kg, seperti beras merek SJ Rp10.200/kg dan Dua Koki Rp10.000/kg.
Para pedagang menyebutkan harga beras di awal tahun 2013 naik antara Rp100- Rp200 untuk setiak kilogramnya dibandingkan harga beras pada Desember 2012.
Sementara di Kabupaten Waykanan, Lampung, harga beras telah mencapai Rp9.300/kg atau mengalami kenaikan Rp700 dari sebelumnya.
Sebagian pedagang mengatakan kenaikan harga beras dipicu faktor ketersediaan atas komoditas itu sehubungan petani di beberapa wilayah Kabupaten Waykanan baru saja selesai masa tanam.
Pewarta :
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
