
Dua Tewas Pada Tabrakan Reli Dakar

Salah satu taksi menabrak bagian depan mobil pendukung reli sedangkan taksi kedua terbalik karena pengemudinya berusaha menghindari kecelakaan."
Arica, Chile (ANTARA/AFP) - Dua orang tewas dan tujuh luka -luka dalam tabrakan antara mobil pendukung Reli Dakar dengan taksi di perbatasan Peru dan Chile, kata panitia penyelenggara, Kamis.
Insiden itu terjadi pada pukul 9:30 pm waktu lokal pada Rabu (0330 GMT, Kamis), sekitar 10 kilometer (6,2 mil) dari kawasan perbatasan.
Salah satu taksi menabrak bagian depan mobil pendukung reli sedangkan taksi kedua terbalik karena pengemudinya berusaha menghindari kecelakaan.
Dua orang dalam taksi tewas - termasuk supirnya - dan tujuh lainnya luka, di antaranya terdapat empat orang warga Peru.
Tiga di antara yang luka mengendarai mobil pendukung reli Land Rover, dari tim Race2Recovery Inggris dan di dalamnya ada warga Inggris dan Amerika, yang menderita cedera berat.
Mereka adalah Justin Birchall, pereli dan sukarelawan umum serta peserta reli tapi sudah mundur dari perlombaan, mantan tentara perang Teluk dan Falklands Lee Townsend, mekanik tim; serta pensiunan tentara Major John Winskill, ahli logistik.
Ketiga korban itu diterbangkan menggunakan heli Antonov ke rumah sakit di Lima dan disebutkan kondisinya "stabil dan sadar" dan cedera yang diderita "tidak mengancam kehidupan" mereka.
"Hati kami terus tertuju kepada keluarga dan famili mereka yang tewas dalam kecelakaan tragis itu. Kami mengucapkan turut berduka cita dan rasa simpati kami pada mereka," kata ketua tim Race2Recovery, Kapten Tony Harris.
"Semua anggota kami amat tersentuh dengan rasa persaudaraan dan dukungan dari masyarakat Peru sejak kami datang untuk Reli Dakar," katanya.
"Ini merupakan kejutan besar dan kami bersimpati pada yang luka. Mereka tentu ingin tim ini terus melaju hingga akhir perlombaan," katanya.
Kecelakaan itu terjadi setelah melewati tahapan kelima dari Arequipa di Peru ke Arica di Chile. Perlombaan sepanjang 8.400 km itu diadakan di kawasan Amerika Selatan dan diikuti 459 kendaraan.
Sekitar 59 orang, termasuk 20 penonton, kehilangan nyawa mereka dalam perlombaan reli itu tetapi panitia penyelenggara tetap berusaha untuk menurunkan tingkat berbahaya olahraga keras itu.
Tahun ini, sekitara 150 staf keamanan mengikuti proses perlombaan itu, termasuk 60 dokter dan ahli bedah, didukung lima helikopter dan 10 kendaraan medis, untuk berjaga-jaga bila ada situasi darurat.(ANTARA).
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
