
12 Jam Warga Pesisir Barat Terisolasi

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Warga Kabupaten Pesisir Barat, Lampung terisolasi 12 jam lebih sehubungan sejumlah jembatan dan ruas jalan di daerah itu putus akibat hujan deras berlangsung Minggu (2/12).
Arifin, warga Pekon (desa) Mandirisejati, Kecamatan Krui Selatan, saat dihubungi dari Bandarlampung, Senin menyatakan tiga titik di daerah itu terkena longsor parah, dan salah satunya di desanya itu.
Akibat hujan deras itu pula, sejumlah rumah warga tenggelam, berikut perabotan rumah tangga seperti barang-barang elektronik.
"Untuk masuk ke daerah kami dari arah Kabupaten Tanggamus tidak bisa lagi dengan adanya peristiwa itu," ujar dia pula.
Sejumlah jalan terkena longsor. Di antaranya di Pekon Labuhanmandi, Kecamatan Way Krui yang berada di sekitar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Di Pekon Balaikencana, Kecamatan Krui Selatan, katanya pula, jalan amblas dengan kedalaman 15 meter sehingga tidak dapat dilewati kendaraan. Hal serupa juga terjadi di Pekon Pemancar, Kecamatan Pesisir Utara.
"Butuh alat berat untuk mengatasi kerusakan jalan tersebut. Masyarakat berharap musibah tersebut segera diatasi," katanya.
Kasubag Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Lampung Barat Makruf membenarkan kejadian itu dan menyatakan dirinya tidak bisa berangkat sehubungan akses jalan menuju Liwa, Lampung Barat yang berada di sekitar TNBBS terkena longsor.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Lampung Barat, Iptu Ikrar Potawari mengimbau pengemudi yang ingin ke Provinsi Bengkulu tidak melewati daerah itu sehubungan tidak ada jalur alternatif.
Ia menjelaskan terjadi longsoran tanah sepanjang sekitar 20 meter di Pekon Gedau, Kecamatan Pesisir Utara yang menutup jalan di kawasan itu.
Pewarta :
Editor:
M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
