
KKI Bangun Dojo Di Tiap Daerah

Sekecil apapun, setiap pengda harus memiliki dojo sendiri. Dengan begitu, setiap Pengda KKI bisa mencetak lebih banyak lagi karateka berprestasi."
Jakarta (ANTARA LAMPUNG) - Pengurus Pusat Kushin Ryu M Karatedo Indonesia (KKI) menargetkan mampu mendirikan dojo di setiap daerah, atau Pengurus Provinsi (Pengprov) selama lima tahun ke depan.
Ketua Umum KKI Oesman Sapta di Jakarta, Selasa malam, mengatakan, pendirian dojo atau tempat berlatih sangat diperlukan demi mencetak lebih banyak atlet karate berprestasi.
"Sekecil apapun, setiap pengda harus memiliki dojo sendiri. Dengan begitu, setiap Pengda KKI bisa mencetak lebih banyak lagi karateka berprestasi," katanya saat pelantikan Pengurus Pusat Kushin Ryu M Karatedo Indonesia (KKI) periode 2012-2017.
Ia mengatakan, karate adalah olahraga yang murah meriah dan tidak membutuhkan modal banyak untuk mempelajarinya.
Namun, jumlah masyarakat Indonesia saat ini yang menggeluti olahraga itu masih relatif kecil, hanya sekitar 1,2 juta orang.
Ia mengharapkan, dengan banyak didirikan dojo, semakin banyak masyarakat yang mengikuti karate sehingga bisa muncul atlet-atlet muda yang berprestasi.
"Kalau KKI sudah diperkenalkan sejak dini dipastikan jauh lebih baik. Bisa juga kegiatan ini membendung masuknya narkoba ke generasi muda," katanya.
Pria yang akrab dipanggil Oso itu mengatakan, saat ini KKI Pusat telah membangun satu dojo terbesar di Bekasi, Jawa Barat, yang mampu menampung antara 80-100 atlet.
"Dojo ini bisa dikatakan terbesar di dunia," katanya.
Ketua Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) Hendarman Supandji mengatakan, KKI salah satu aliran karate anggota FORKI yang sehat dan berkembang pesat.
"Sehat artinya selalu mengikuti agenda FORKI, memiliki terobosan baru dan program yang berkesinambungan sehingga bisa mencetak atlet-atlet berprestasi," katanya. (ANTARA).
Pewarta :
Editor:
M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
