Logo Header Antaranews Lampung

Lampung Dominasi Perolehan Medali Angkat Besi

Kamis, 20 September 2012 11:48 WIB
Image Print
Atlet Angkat Besi Lampung, Jadi Setiadi mencoba mengangkat barbel dalam kategori angkatan Clean And Jerk pada Kelas 56Kg Angkat Besi Putra PON XVIII di Hotel Ratu Mayang Garden, Pekanbaru, Riau September 2012). (FOTO ANTARA/Nyoman Buhiana).

Pekanbaru (ANTARA LAMPUNG) - Lampung masih mendominasi perolehan medali angkat besi dan angkat berat Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012, Riau, hingga Kamis, dengan sembilan medali emas, lima medali perak dan enam medali perunggu.

Sementara posisi kedua dan ketiga, yakni Jawa Barat dengan tujuh medali emas, tiga medali perak, dan enam medali perunggu dan Kalimantan Timur dengan enam medali emas, tujuh medali perak, dan tiga medali perunggu.

Pertandingan angkat besi dan angkat berat di ball room Hotel Ratu Mayang Garden Pekanbaru, emas pertama angkat besi Lampung itu diperoleh atlet angkat besi putri, yakni Citra Febriyanti yang turun di kelas 53 kg, meraih medali emas dengan angkatan snatch 88 kilogram dan "clean and jerk" 108 kilogram hingga total angkatannya mencapai 196 kilogram.

Lifter Jawa Barat Dewi Safitri memperoleh medali perak dengan total angkatan 171 kilogram (snatch 76 kg dan clean and jerk 95 kg) dan medali perunggu diraih lifter Jawa Tengah Tanti Pratiwi dengan angkatan snatch 75 kg dan clean and jerk 86 kg (total 161 kg).

Citra Febriyanti yang turun di kelas 53 kg, pada angkatan snatch pertama berhasil mengangkat barbel seberat 80 kg, kemudian angkatan kedua berhasil mengangkat barbel seberat 88 kg, tetapi pada angkatan ketiga juara PON XVII di Kaltim itu tidak mampu mengangkat barbel 91 kg.

Pada angkatan clean and jerk, Citra Febriyanti berhasil mengangkat barbel seberat 103 kg dan 108 kg, pada angkatan pertama dan kedua, sementara tidak berhasil mengangkat beban 112 kg, pada angkatan ketiga.

Citra usai pertandingan mengaku senang memperoleh medali emas pertama kontingen Lampung tersebut dan berharap cabang lainnya juga dapat mendulang medali.

"Saya persembahkan medali emas ini untuk keluarga," kata dia.

Kontingen Lampung kembali meraih medali emas cabang angkat besi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 melalui lifter Jadi Setiadi kelas 56 kilogram dengan total angkatan 269 kilogram, yakni terdiri atas angkatan snatch 125 kilogram dan "clean and jerk" 145 kilogram.

Jadi Setiadi pada angkatan snatch pertama berhasil mengangkat berat 115 kg, sedang angkatan kedua dan ketiga masing-masing 120 kg dan 124 kg. Angkatan clean and jerk, jadi berhasil mengangkat berat 138 kg pada angkatan pertama, dan 145 kg angkatan kedua serta 151 angkatan ketiga.

Atlet Lampung lainnya Sumar Riyanto pada pertandingan angkat besi yang turun pada kelas yang sama memperoleh medali perunggu dengan total angkatan 245, yakni angkatan snacth 115 kilogram dan clean and jerk 130 kilogram.

Sementara medali perak diraih Surahmat atlet Aceh dengan total angkatan 247 kilogram, yakni angkatan snatch 106 kilogram dan angkatan clean and jerk 141 kilogram.

Lifter putri Lampung Okta Dwi Pramita merebut medali emas angkat besi kelas 58 kilogram Pekan Olahraga Nasional XVIII, 2012, dengan total angkatan 198 kilogram, yakni terdiri atas angkatan snatch 88 kilogram dan "clean and jerk" 110 kilogram.

Okta Dwi Pramita pada pertandingan angkat besi di Ball Room Hotel Ratu Mayang Grand, Pekanbaru, Riau, Rabu, mengalahkan atlet andalan dari Papua Barat Raema Lisa Rumbewas yang memperoleh medali perak dengan total angkatan seberat 190 kg, yakni angkatan snatch 87 kg dan angkatan clean and jerk 103 kg.

Sementara atlet Jawa Tengah Tika Mulyaningrum merebut medali perunggu dengan angkatan snatch 74 kg dan clean and jerk 99 kg dengan total angkatan seberat 173 kg.

Atlet angkat besi Lampung lainnya, Dwi Atikasari yang bertanding di kelas 63 kg memperoleh medali perak dengan total angkatan seberat 190 kg, yakni angkatan snatch 82 kg dan clean and jerk 108 kg.

Medali emas di nomor itu direbut atlet tuan rumah Riau, Fatimah dengan angkatan snatch 87 kg dan clean and jerk 108 kg sehingga total angkatan seberat 195 kg. Sementara atlet Kalimantan Timur Siti Sarah memperoleh medali perunggu dengan total angkatan 190 kg, yakni terdiri atas angkatan snatch 85 kg dan clean and jerk 105 kg.

Atlet angkat besi Kalimantan Timur Triyatno yang turun di kelas 69 kilogram dan atlet Jawa Timur Sandow Wildemar (77 kg) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau berhasil memecahkan rekor PON.

Triyatno memecahkan rekor PON sebelumnya untuk angkatan "clean and jerk" 175 kg atas nama Misdan Yunif (Lampung) menjadi 179 kg. Sedang Sandow memecahkan rekor angkatan snatch dari 143 kg menjadi 144 kg atas namanya sendiri.

Kedua atlet itu juga memperoleh medali emas untuk daerahnya masing-masing. Triyatno total angkatan seberat 135 kg, yakni angkatan snatch 146 kg dan 179 kg angkatan clean and jerk.

Sedang medali perak direbut atlet Jawa Barat Deni total angkatan 317 kg, yakni angkatan snatch 139 kg dan clean and jerk berhasil mengangkat seberat 178 kg dan medali perunggu diraih atlet Bali I Ketut Ariana total angkatan 314 kg, yakni angkatan snatch 143 kg dan clean and jerk 171 kg.

Sementara Sandow memperoleh medali emas kelas 77 kg dengan total angkatan seberat 328 kg, yakni angkatan snatch 144 kg dan berhasil mengangkat seberat 184 kg untuk clean and jerk.

Medali perak direbut atlet Kalimantan Timur Edi Kurniawan total angkatan 323 kg berupa angkatan snatch 140 kg dan clean and jerk 183 kg, dan medali perunggu direbut atlet Jambi Budi Setiawan total angkatan 298 kg, yakni angkatan snatch mampu diangkat 136 kg dan 162 kg untuk clean and jerk.

Atlet angkat besi Lampung Rahman Hidayat yang turun di kelas 94kg pada Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 Riau memecahkan rekor PON untuk angkatan snatch dari 146kg atas nama Tarso (Aceh) menjadi 150kg.

Rahman pada pertandingan angkat besi di Hotel Ratu Mayang Pekanbaru, Kamis, merebut medali emas dengan total angkatan 320kg, yakni angkatan snatch 150 kg dan clean and jerk 170kg.

Medali perak direbut atlet Jawa Barat Carel Julius total angkatan 297kg masing-masing angkatan snatch seberat 132kg dan clean and jerk 165kg, sedang medali perunggu diraih M Fadli H asal DKI Jakarta dengan total angkatan 295 kg, yakni angkatan snatch 130 kg dan clean and jerk 165kg.

Rahman Hidayat setelah acara pengalungan medali mengatakan medali emas itu dipersembahkannya bagi seluruh pelatih Padepokan Gajah Lampung, yakni Imron Rosadi dan Edi Santoso.

Selain itu, medali emas itu juga dipersembahkan kepada adiknya Novita Sherli Kurniati yang gagal bertanding di kelas 75+ karena mengalami cedera punggung.

"Medali emas ini juga kemenangan bagi adik saya, meskipun gagal tampil di PON karena cedera," katanya.

Pada hari kedua pertandingan cabang angkat besi telah terjadi sejumlah pemecahan rekor PON lainnya, di antaranya oleh atlet angkat besi Kalimantan Timur Triyatno yang turun di kelas 69 kilogram dan atlet Jawa Timur Sandow Wildemar (77 kg).

Triyatno memecahkan rekor PON sebelumnya untuk angkatan clean and jerk 175kg atas nama Misdan Yunif (Lampung) menjadi 179kg. Sedangkan Sandow memecahkan rekor angkatan snatch dari 143 kg menjadi 144 kg atas namanya sendiri.

Kedua atlet itu juga memperoleh medali emas untuk daerahnya masing-masing. Triyatno total angkatan seberat 135kg, yakni angkatan snatch 146kg dan 179kg angkatan clean and jerk.

Sandow memperoleh medali emas kelas 77kg dengan total angkatan seberat 328kg, yakni angkatan snatch 144kg dan berhasil mengangkat seberat 184kg untuk clean and jerk.

Sementara Sinta Darmariani atlet angkat besi Bali yang turun di kelas 69 kilogram juga memecahkan rekor di cabang angkat besi untuk angkatan clean and jerk dari 113 kg atas nama Beti Feriyani (Lampung) pada PON XVII/2008 menjadi 118 kg pada PON XVIII/2012 di Riau.

Atlet angkat besi Bali itu juga berhak atas medali emas dengan total angkatan 210 kg, yakni angkatan snatch 92 kg dan angkatan clean and jerk 118 kg.

Atlet angkat besi putri Lampung yang bertanding di kelas 75 kg, yakni Beti Feriyani dan Siti Kholifah masing-masing hanya mampu merebut medali perak dan medali perunggu.

Medali emas angkat besi putri direbut atlet Jawa Barat Halimatusadiah dengan total angkatan 212 kg, yakni angkatan snatch 95 kg dan "clean and jerk" 117 kg.

Sementara total angkatan Beti Febriyani hanya berbeda satu kilogram dari peraih medali emas, yakni angkatan seberat 211 kg, dengan angkatan snatch 95 kg dan clean and jerk 116 kg, sedang total angkatan Siti Kholifah seberat 200 kg, yakni angkatan snatch 90 kg dan clean and jerk 110 kg.

Pada pertandingan angkat besi putri kelas 69 kg terjadi pemecahan rekor PON yang diciptakan Sinta Darmariani atlet angkat besi Bali untuk angkatan "clean and jerk" dari 113 kg atas nama Beti Feriyani (Lampung) menjadi 118 kg, pada PON XVII Kalimantan Timur.

Atlet angkat besi Bali itu juga berhak atas medali emas dengan total angkatan 210 kg, yakni angkatan snatch 92 kg dan angkatan clean and jerk 118 kg, sedang medali perak direbut atlet Jawa Barat Sonia Febriyani L total angkatan seberat 202 kg, yakni snatch 90 kg dan clean and jerk 112 kg. Medali perunggu diraih Novita Purnamasari atlet Kalimantan Tengah, dengan angkatan snatch 82 kg dan clean and jerk 105 kg sehingga total angkatan seberat 187 kg.

Atlet angkat besi Jawa Barat Imam Jamaludin merebut medali emas di kelas 85 kilogram dengan total angkatan 324 kg, yakni angkatan snatch 142 kg dan "clean and jerk" 182 kg pada Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012.

Medali perak direbut atlet Samuel Shendy (DKI Jakarta) dengan total angkatan 317 kg, yakni snatch 140 kg dan clean and jerk 177 kg dan medali perunggu diraih atlet Bengkulu Sarno total angkatan 316 kg masing-masing snatch 137 kg dan clean and jerk 179 kg.

Atlet Jawa Barat itu juga berhasil memecahkan rekor PON sebelumnya untuk angkatan clean and jerk dari 175 kg atas nama Asep Rahmat (DKI Jakarta) menjadi 182 kg, pada PON XVIII.

Sementara Riska Anjani Yasin atlet angkat besi Jawa Barat memecahkan rekor nasional kelas +75 kilogram untuk angkatan snatch dari 101 kilogram menjadi 110 kilogram atas nama sendiri di Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012.

Anjani juga memecahkan rekor PON untuk angkatan "snatch" dari 100 kg atas nama Noviyanti (Lampung) menjadi 110 kg, dan rekor untuk angkatan "clean and jerk" dari 125kg menjadi 132 kg juga atas nama Noviyanti.

Atlet angkat besi Jawa Barat itu juga memecahkan rekor kelas +75 kg untuk total angkatan dari 220 kg menjadi 242 kg juga atas nama Noviyanti yang diciptakan pada PON XVII, Kalimantan Timur.

Medali perak kelas +75 kg itu direbut atlet Lampung Noviyanti dengan angkatan snatch 96kg dan angkatan clean and jerk 115 kg sehingga total angkatannya 211kg, sedang medali perunggu diraih atlet Jambi Kienanty Saputri dengan total angkatan seberat 192kg, yakni angkatan snatch 85 kg dan clean and jerk 107 kg.

Anjani Yasin dalam kesempatan itu mengatakan, dirinya sangat gembira telah memecahkan rekor nasional maupun PON angkat besi kelas +75 kg. "Saya berusaha tampil maksimal agar dapat merebut medali emas," kata dia.

Atlet angkat besi Lampung Bayu Saputra merebut medali emas kelas 105 kilogram dengan total angkatan 325 kilogram. Total angkatan itu diperoleh dari angkatan "snatch" 150 kg dan "clean and jerk" 175 kg.

Medali perak direbut atlet angkat besi Jawa Barat Muhammad dengan angkatan snatch 140 kg dan clean and jerk 176 kg sehingga total angkatan seberat 316 kg.

Medali perunggu diraih Bagus Irawan S atlet angkat besi Kalimantan Timur dengan total angkatan 291 kg, yakni angkatan snatch 131 kg dan clean and jerk 160 kg.

Sementara untuk kelas 105+ kg, medali emas direbut atlet tuan rumah Riau, yakni M Reynaldi dengan angkatan snatch 142 kg dan clean and jerk 191 kg, sehingga total angkatannya seberat 333 kg, sedang atlet Kalimantan Timur Rendi RA meraih medali perak dengan total angkatan 328 kg, yakni angkatan snatch 140 kg dan clean and jerk 188 kg.

Medali perunggu untuk kelas 105+ kg direbut atlet Dedi Apriyanto dengan angkatan snatch 146 kg dan clean and jerk 181 kg, sehingga total angkatan atlet angkat besi Jawa Timur itu seberat 327 kg.

Angkat Berat
Lifter Kalimantan Barat Evi Erliyani yang turun di kelas 52 kg melampaui rekor Asia untuk angkatan squat, angkatan dead lift dan total angkatan di nomor itu, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012.

Evi yang merebut medali emas di kelas 52 kg di pertandingan angkat berat di ball room Hotel Ratu Mayang Pekanbaru, Sabtu, angkatannya memecahkan rekor Asia kelas 52 kg yakni angkatan squat dari 175 kg menjadi 205 kg, kemudian angkatan dead lift dari 190 kg menjadi 195 kg, dan total angkatan untuk kelas 52kg dari 440 kg menjadi 490 kg.

Sementara atlet Lampung Siti Marlina juga melampaui rekor Asia untuk angkatan bench press dari 92,5kg menjadi 117,5 kg.

Medali perak untuk kelas 52 kg direbut atlet Lampung, yakni Siti Mulyana denagn total angkatan 477 kg masing-masing angkatan squat 182,5 kg, angkatan bench press 110kg, dan angkatan dead lift 185kg. Medali perunggu juga untuk atlet Lampung Siti Marlina denagn total angkatan 465kg, yakni angkatan squat 182,5 kg, angkatan bench press 117,5 kg dan angkatan dead lift 165 kg.

Pada pertandingan lainnya untuk kelas 47 kg, atlet angkat berat putri Kalimantan Barat Eka Komalasari, merebut medali emas kelas 47 kilogram dengan total angkatan 452,5 kilogram, yakni angkatan squat 181 kilogram, angkatan bench press 92,5 kg dan angkatan dead lift 180 kg.

Medali perak itu direbut atlet angkat berat Kalimantan Timur Widari dengan total angkatan seberat 435kg, yakni angkatan squat 165kg, angkatan bench press 110kg dan angkatan dead lift 160 kg.

Sementara medali perunggu direbut atlet Dwi Mardiana (Lampung) dengan total angkatan 435 kg, masing-masing angkatan squat 160 kg, angkatan bench press 95 kg dan dead lift 180kg.

Dua lifter angkat berat Lampung, Viky Aryanto yang turun di kelas 66 kilogram (kg) dan Sutrisno di kelas 59 kg masing-masing merebut medali emas dan perak Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012.

Viky dengan total angkatan 762,5 kg yakni angkatan "squat" 305 kg, "bench press" 170 kg dan "dead lift" 287,5 kg unggul atas lifter Jambi Robi Sujanto yang hanya mampu mengemas total angkatan 760 kg.

Sedang atlet Sumatera Utara Faebolo Dodo meraih medali perunggu dengan total angkatan 710 kg.

Sementara Sutrisno yang turun di nomor 59 kg hanya mampu meraih medali perak dengan total angkatan 705 kg, yakni angkatan squat 272,5k g, angkatan bench press 190 kg, dan angkatan dead lift 260 kg.

Medali emas untuk nomor ini direbut atlet Kalimantan Timur Awang Latiful dengan angkatan squat 272,5 kg, angkatan bench press 190 kg, dan angkatan dead lift 250 kg atau dengan total angkatan 712,5 kg.

Medali perunggu diraih atlet tuan rumah Riau Felinus Sihurah dengan total angkatan 270 kg.

Viky Aryanto usai pengalungan medali emas mengatakan, penerapan strategi bertanding dilakukannya bersama pelatih mengingat lawan yang dihadapi cukup berat, terutama menghadapi atlet Jambi Robi Sujanto.

Atlet Jambi untuk angkatan ketiga dead lift sempat memimpin dengan 275 kg, karena itu ia bersama pelatih membuat strategi agar angkatannya harus lebih tinggi dengan menaikkannya 12,5 kg menjadi 287,5 kg dan strategi itu berhasil.

"Saya bersyukur atas keberhasilan memperoleh medali emas yang akan dipersembahkan buat ibu," kata dia menambahkan.

Dua lifter angkat berat Lampung, Sri Hartati yang turun di kelas 57 kg dan Noviana Sari 63 kg, berhasil melampaui rekor Asia untuk angkatan squat, deadlift dan total angkatan di nomornya masing-masing pada Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012.

Sri Hartati berhasil melampaui rekor Asia atas namanya sendiri yang diciptakan di Kobe Jepang tahun 2011 untuk angkatan squat dari 215 kg menjadi 216 kg, sedang Noviana melampaui rekor Asia juga atas namanya sendiri untuk angkatan squat seberat 220 kg menjadi 227 kg.

Selain itu, kedua lifter tersebut juga berhasil melampaui rekor Asia untuk angkatan deadlift, yakni untuk kelas 57 kg dari angkatan seberat 195 kg menjadi 196 kg diciptakan oleh Sri Hartati dan Noviana Sari untuk kelas 63 kg dari angkatan 220 kg menjadi 221 kg.

Dua lifter angkat berat andalan Lampung itu juga melampui rekor Asia untuk total angkatan di kelasnya masing- masing, yakni Sri Hartati dari 550 kg menjadi 553 kg dan Noviana Sari dari dari total angkatan 575 kg menjadi 578,5 kg. Keduanya melampaui rekor Asia atas nama mereka sendiri yang dicipatkan di Jepang tahun 2011.

Kedua atlet Lampung itu juga berhak atas medali emas angkat berat, yakni Sri Hartati kelas 57 kg total angkatan 553 kg dan Noviana Sari kelas 63 kg dengan total angkatan 578,5 kg.

Medali perak kelas 53 kg direbut atlet Kalimantan Timur Margaret dengan total angkatan 497,5 kg, dan perunggu diraih atlet Julaeha (Jabar) dengan total angkatan 470 kg. Sedang kelas 63 kg medali perak diraih Nanik Suprayati (Kalbar) total angkatan 502 kg dan medali perunggu diperoleh atlet Lampung, Mardiana Elia (Lampung) dengan total angkatan 500 kg.

Selanjutnya, lifter angkat berat Lampung Doni Maryono menyabet medali emas kelas 74 kg Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012.

Doni mencatat total angkatan 797,5 kg, yakni angkatan squat 320 kg, angkatan bench press 165 kg, dan angkatan deadlift 312,5 kg. Medali perak diraih atlet Kalimantan Timur Bagus Sudarmoko dengan total angkatan 785 kg, yakni angkatan squat 300 kg, angkatan bench press 192,5 kg, dan angkatan deadlift 292 kg.

Sedang medali perunggu direbut atlet Bali I Ketut Widana dengan angkatan squat 295 kg, angkatan bench press 180 kg, dan angkatan deadlift 295 kg.

Atlet angkat berat Riau Sri Rahayu merebut medali emas untuk kelas 84 kilogram Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 dengan total angkatan 620 kg.

Total angkatan atlet Riau itu diperoleh dari angkatan "squat" 270 kg, angkatan "benchpress" 137,5 kg dan angkatan "deadlift" seberat 212,5 kg. Sementara untuk medali perak direbut atlet angkat berat Kalimantan Barat Tika Anggraini dengan total angkatan 620 kg, yakni angkatan squat 242 kg, angkatan benchpress 120 kg, dan angkatan deadlift 220 kg. Sedang medali perak diraih Laurensia atlet angkat berat Kalimantan Timur dengan angkatan squat seberat 230 kg, angkatan benchpress 140 kg, dan angkatan deadlift 190 kg.

Pertandingan angkat berat putri itu juga mempertandingkan kelas 72 kg. Atlet asal Sumatera Barat Mela Eka Rahayu meraih medali emas kelas 72 kg sekaligus memecahkan dua rekor nasional atas namanya sendiri di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012.

Total angkatan Mela seberat 585 kg, yakni angkatan squat dengan angkatan terbaiknya 260 kg dan dipecahkan atlet Sumatera Barat itu dengan memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri yang dibuat pada Pra PON 2011 di Bandung Jawa Barat dengan angkatan 257,5 kg.

Pada jenis angkatan kedua benchpress, Mela hanya berhasil mengangkat beban 120 kg. Angkatan terbaik diraih atlet Jasmi dengan 135 kg.

Angkatan deadlift, Mela juga berhasil memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri dengan angkatan terbaiknya 205 kg, sementara rekor sebelumnya 197,5 kg.

Medali perak diraih lifter asal Kalimantan Selatan Jasmi dengan total angkatan 525 kg, yakni angkatan squat 200 kg, angkatan benchpress 135 kg, dan angkatan deadlift 190 kg dan perunggu disabet atlet Cahaya Mega Sari dari Jawa Barat dengan total angkatan 505 kg, yakni angkatan squat 210 kg, benchpress seberat 115 kg dan angkatan deadlift 180 kg

Pada pertandingan berikutnya, dua lifter angkat berat Jawa Barat yakni M Yusup yang turun di kelas 93 kg dan Asep Setiawan (105 kg) merebut medali emas Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012, dengan total angkatan masing-masing 890 kg dan 910 kg.

Asep Setiawan berhasil memecahkan rekor nasional pada jenis angkatan squat seberat 357,5 kg menjadi 360 kg dan juga angkatan benchpress dari 230 kg menjadi 250 kg atas namanya sendiri, sedang M Yusup memecahkan rekornas sekaligus melampaui rekor Asia pada jenis angkatan deadlift dari 305 kg menjadi 350 kg.

Sementara untuk medali perak angkat berat kelas 93 kg diraih atlet tuan rumah Riau Satdul dengan total angkatan 865 kg dan perunggu direbut atlet Lampung Suprayogi dengan total angkatan 825 kg.

Untuk kelas 105 kg, medali perak diraih atlet Kalimantan Timur dengan total angkatan 860 kg, dan medali perunggu atlet Papua Barat Musa Kodi dengan total angkatan 825 kg.

Selanjutnya, dua lifter putra angkat berat Kalimantan Timur, yakni Ardani yang turun di kelas 120 kg dan Dodi Yanto kelas 120+kg, merebut medali emas dengan total angkatan masing-masing 878 kg dan 912 kg.

Ardani berhasil mengangkat barbel jenis angkatan squat seberat 357,5 kg, angkatan benchpress 225,5 kg dan deadlift 295 kg. Sementara untuk medali perak angkat berat kelas 120 kg diraih atlet Sumatera Barat Iwan Prediansyah dengan totyal angkatan 857,5 kg, yakni angkatan squat 355kg, angkatan benchpress 225,5 kg, dan angkatan deadlift 280 kg.

Atlet Sumatera Barat Goncalwes Sirait memperoleh medali perunggu dengan angkatan squat 345 kg, angkatan benchpress 222,5 kg dan angkatan deadlift 310 kg.

Sementara di kelas 120+kg, medali perak direbut atlet tuan rumah Riau Rizki Afriyanto dengan total angkatan 905 kg, yakni angkatan squat 380 kg, angkatan benchpress 220 kg dan angkatan deadlift 305 kg. Medali perunggu diraih atlet Jawa Tengah Triwibowo Jatmiko dengan total angkatan 782,5 kg, yakni angkatan squat 360 kg, angkatan benchpress 182,5 kg dan deadlift 240 kg.

Lifter putri Jawa Barat Lilis Idaningsih memperoleh medali emas kelas di atas 84 kg dengan total angkatan 637,5 kg.

Lilis mencatat angkatan squat 280 kg, angkatan benchpress 155kg dan angkatan deadlift 202,5. Medali perak untuk nomor tersebut direbut atlet tuan rumah Riau, Rini Maisuri dengan total angkatan 632,5 kg, yakni angkatan squat seberat 275 kg, angkatan benchpress 157,5 kg, dan angkatan deadlift 200 kg.

Sedang medali perunggu diraih Fitria Martiningsih atlet Papua Barat dengan total angkatan 625 kg, yakni angkatan squat 140 kg, angkatan benchpress 140 kg, dan angkatan deadlift 210 kg.



Pewarta :
Editor: M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026