
Trans Bandarlampung Perparah Pengepulan Debu

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Bus cepat Trans Bandarlampung rute Panjang-Rajabasa ikut memperparah pengelupan debu di Jalan Lintas Sumateras ruas Panjang-Rajabasa karena bus rapid transit (BRT) itu kerap melaju cepat di jalan tidak beraspal sehingga terjadi pengepulan debu.
Berdasarkan pantauan di sejumlah titik Jalinsum, Senin, pengemudi bus cepat itu selalu memilih melintasi jalan tidak beraspal untuk menghindari kemacetan atau berebutan penumpang dengan kendaraan lainnya.
Pengemudi bus cepat itu juga tidak memperdulikan dampak debu itu terhadap kesehatan warga setempat, padahal di sepanjang Jalinsum itu terdapat rumah sakit, sekolah, taman kanak-kanak, permukiman penduduk, hotel, warung makan dan pertokoan.
Ulah pengemudi bus cepat Trans Bandarlampung itu juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, karena jarak penglihatan mereka kabur tertutup debu tebal.
Menurut beberapa pengguna jalan, seharusnya manajemen PT Trans Bandarlampung mengingatkan para pengemudi kendaraannya untuk tidak ugal-ugalan di jalanan, serta tidak ikut memperparah pengepulan debu di Jalinsum.
"Seharusnya kepada pengemudi diingatkan bahwa tindakan menjalankan bus di jalan tidak beraspal akan menyebabkan debu pekat. Hal itu selain membahayakan keselamatan berlalu lintas, juga merusak kesehatan warga setempat," kata Edy, salah satu warga Sukarame Bandarlampung.
Berdasarkan pantauan, kendaraan pribadi juga sering melintasi badan Jalinsum yang belum beraspal, meski kondisi lalu lintas sedang tidak macet.
Sejumlah warga setempat mengeluhkan ulah pengendara mobil pribadi itu karena ikut mengabaikan kesehatan penduduk di kawasan Jalinsum.
Sementara itu, banyak penduduk di kawasan Jalinsum kini menderita batuk dan gangguan pernapasan, karena rumah mereka selalu diselimuti debu tebal yang berasal dari Jalinsum.
Sementara itu, pemerintah pusat hingga sekarang tidak kunjung memperbaiki Jalinsum ruas Panjang-Rajabasa Bandarlampung, meski pemerintah pusat sudah berulangkali didesak untuk segera memperbaikinya.
Pewarta :
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
