Logo Header Antaranews Lampung

Volume Penjualan Kopi Naik

Selasa, 3 Juli 2012 06:06 WIB
Image Print
Kopi bubuk produksi perajin di Lampung (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Volume penjualan bubuk kopi di Kota Bandarlampung meningkat pada masa libur sekolah, karena banyak warga yang membelinya sebagai oleh-oleh dari Lampung.

"Di masa libur sekolah ini, penjualan bubuk kopi mengalami kenaikan yang signifikan," kata Toni, salah satu pedagang bubuk kopi di Pasar Tugu, Bandarlampung, Selasa.

Dia mengatakan, dalam sehari dapat menjual 20-30 kg bubuk kopi, sedang pada hari biasa hanya berkisar 8-14 kg.

Sementara harga bubuk kopi tetap stabil, yakni Rp40.000/kg, meski omzet penjualannya naik hingga 30 persen dan harga biji kopi naik menjadi Rp19.000/kg, sebelumnya hanya Rp17.000/kg.

Biji kopi bermutu didatangkan dari Kabupaten Tanggamus yang jaraknya 100 km dari Bandarlampung dan Lampung Barat yang harus ditempuh 250 km.

Salah satu warga Kelurahan Sukarame yang membeli bubuk kopi untuk buah tangan ke kampungnya, Wati, menyebutkan ia selalu membeli kopi jika pulang ke Pulau Jawa.

"Kopi Lampung kualitasnya baik, terutama rasanya yang khas sehingga cocok untuk buah tangan," kata dia.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026