
Ekspor Kakao Lampung Naik

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Ekspor kakao asal Lampung selama Mei 2012 sebanyak 2.540 ton menghasikan devisa 5,73 juta dolar AS atau naik tajam bila dibandingkan bulan sebelumnya.
Ekspor kakao Lampung pada April hanya 762 ton dengan nilai 1,59 juta dolar, kata Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Ardhy Wijaya, di Bandarlampung, Senin.
Ia menyebutkan, dua negara di Asean, yakni Malaysia dan Singapura masih menjadi tujuan utama ekspor komoditas tersebut.
Menurutnya, ekspor kakao ke Malaysia selama Mei 2012 mencapai 2.133,6 ton senilai 4,787 juta dolar, sedang ke Singapura senilai 406 ton menghasilkan devisa 949.590 dolar.
Ardhy mengatakan lebih lanjut kenaikan ekspor kakao tersebut disebabkan meningkatnya produksi komoditas tersebut. "Sejumlah sentra perkebunan tanaman itu di Lampung, panennya cukup bagus," ujar dia.
Kadis Koperindag Lampung itu menjelaskan, kakao masih merupakan komoditas unggulan Lampung disamping hasil perkebunan lainnya seperti kopi, sawit, karet dan lada. Komoditas kakao merupakan salah satu penyumbang devisa cukup besar bagi Lampung.
Kualitas kakao di Provinsi Lampung sejak dua bulan terakhir cukup baik sehingga harganya pun cenderung bertahan tinggi.
"Kualitasnya berangsur membaik, tidak seperti beberapa bulan lalu," kata Dodi agen komoditas unggulan di Bandarlampung.
Ia mengatakan, harga kakao di tingkat agen di Bandarlampung pekan ini mencapai Rp19 ribu/kg atau sama seperti minggu lalu.
Pewarta :
Editor:
M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
