
Pasar Murah BUMN Di Lampung "Diserbu" Warga

Masing-masing warga menerima satu paket sembako berupa 10 kg beras dalam kemasan karung plastik, satu kilogram gula pasir, dan satu liter minyak goreng kemasan, dengan menebus Rp30.000 per paketnya."
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Pasar Murah Badan Usaha Milik Negara yang digelar di sejumlah titik di Provinsi Lampung, umumnya "diserbu" warga untuk mendapatkan sembako dengan harga murah, sehingga mereka harus berebutan mendapatkannya.
Wartawan ANTARA yang mengikuti pelaksanaan Pasar Murah BUMN di beberapa tempat di Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Selatan, Selasa, menyaksikan ribuan warga umumnya kaum ibu harus antre untuk mendapatkan paket sembako seharga Rp100 ribu yang ditebus hanya dengan biaya Rp30.000 itu.
Di lapangan Desa Merakbatin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, panitia dari Forum Komunikasi BUMN di Lampung, antara lain PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Pos Indonesia, PT Garuda Indonesia, dan Perum Damri, dalam pelaksanaan pasar murah itu dihadiri seluruh unsur pimpinan kecamatan setempat.
Camat Natar, Bayana, menyampaikan terima kasih kepada seluruh BUMN yang memiliki kepedulian membantu meringankan warga di sana, dan diharapkan bantuan serta kepedulian serupa tetap dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Bayana juga mengingatkan agar warga setempat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan rel kereta api dapat ikut menjaga dan mengamankan aset negara yang ada di daerah itu, sehingga dapat terpelihara dengan baik.
Sasaran penerima paket sembako di Kecamatan Natar, mencapai ribuan paket, adalah warga dari Kelurahan Merak Batin, Merak Putih, dan Natar.
Masing-masing warga menerima satu paket sembako berupa 10 kg beras dalam kemasan karung plastik, satu kilogram gula pasir, dan satu liter minyak goreng kemasan, dengan menebus Rp30.000 per paketnya.
Menurut Direktur SDM dan Umum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, Budi Santoso, selaku Koordinator PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) BUMN Wilayah Lampung, pasar murah itu digelar serentak pada enam kabupaten/kota se-Provinsi Lampung oleh Forum Komunikasi BUMN Lampung.
Sasaran penerima paket sembako murah itu adalah warga yang tinggal di pinggir rel kereta api, pinggir pantai/nelayan, pinggir pegunungan tandus, sehingga diharapkan dapat membantu meringankan beban mereka.
"Semula program ini dikaitkan dengan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak, namun meskipun harga BBM belum jadi dinaikkan, kami tetap melaksanakan rencana pasar murah itu," kata dia pula.
Warga Berebutan
Pelaksanaan pasar murah di lapangan dekat Stasiun KA Labuhanratu Bandarlampung diserbu warga, antara lain karena kupon pembelian sembako murah itu oleh panitia dibagikan dan harus ditebus warga pada saat itu, sehingga mereka harus antre mendapatkannya sejak pagi hari.
Namun aparat kepolisian dan panitia tetap sigap mengamankan pelaksanaan pasar murah itu, kendati diserbu warga, termasuk oleh warga yang tidak mendapatkan dan tidak memiliki kupon namun juga berupaya dapat menebus paket sembako murah itu.
Sejumlah panitia dari BUMN di Lampung maupun aparat pemerintahan setempat, menyatakan bahwa penerima sembako murah itu diprioritaskan warga yang tergolong tidak mampu sehingga menjadi tepat sasaran.
Di Merakbatin, Natar, warga sejak pagi antre relatif tertib untuk mendapatkan sembako yang akan mereka tebus itu, mengingat kupon penerimanya sudah dibagikan sebelumnya berkoordinasi dengan aparat kelurahan setempat.
"Kami juga tetap membantu dan memantau pelaksanaan pasar murah dari awal hingga selesai, sehingga dapat terus berkoordinasi dengan panitia dari BUMN di sini," kata M Arif, Lurah Natar, Kecamatan Natar pula.
Warga penerima sembako murah itu berharap, kegiatan sosial serupa dapat terus dilaksanakan secara teratur untuk membantu meringankan beban mereka.
Diharapkan, pelaksanaan pasar murah BUMN itu selanjutnya, dapat lebih baik dikoordinasikan dengan aparat kelurahan/kampung maupun kecamatan dan unsur kepolisian di tempat pelaksanaannya masing-masing, sehingga menjadi lebih tepat sasaran dan tertib berlangsung.
Menurut Budi Santoso dari Forum BUMN Lampung, kegiatan pasar murah ini dengan jumlah paket yang disediakan sekitar 15.000 paket.
Daerah tempat pasar murah itu digelar, antara lain di wilayah Bandarlampung, yaitu di Panjang, Telukbetung Barat, Sukabumi, dan Labuhanratu.
Pelaksanaan pasar murah itu juga digelar di Bekri (Lampung Tengah), Ketapang, Natar, dan Tegineneng (Lampung Selatan), Labuhanmaringgai, Matarambaru, Way Jepara, Labuhan Ratu, dan Sukadana (Lampung Timur), Kotaagung dan Hanura (Pesawaran).
Forum Komunikasi BUMN Lampung mengalokasikan dana sebesar Rp1,5 miliar untuk menyukseskan pasar murah BUMN Peduli ini.
Pewarta :
Editor:
Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
