Logo Header Antaranews Lampung

Lampung Bersiap Hadapi Rawan Pangan

Sabtu, 12 Mei 2012 07:08 WIB
Image Print
Petani padi sawah di Provinsi Lampung. (Foto ANTARA/M.Tohamaksun)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Provinsi Lampung telah menyiapkan cadangan beras untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan, khususnya akibat bencana alam.

"Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Lampung sejak tahun 2010 hingga 2011 telah menyiapkan cadangan pangan pemerintah daerah melalui anggaran APBD sebanyak 94,24 ton beras yang dititipkan di gudang Bulog Divre Lampung," kata Wakil Gubernur Lampung MS Joko Umar Said.

Ia mengatakan, pada tahun ini, Pemprov Lampung juga telah menganggarkan kembali untuk penguatan cadangan pangan sebesar 70 ton.

Menurut dia, selain untuk mengantisipasi bencana alam, persiapan cadangan beras baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di Lampung itu juga untuk menghadapi krisis pangan dunia.

Ia menyebutkan, pemerintah kabupaten dan kota serta Provinsi Lampung telah mencanangkan pengadaan beras. Cadangan beras untuk menjaga ketahanan pangan itu di kabupaten dan kota minimal 100 ton, sedang provinsi 200 ton.

Joko mengatakan, saat ini terjadi peningkatan laju permintaan pangan, persaingan pangan dengan bioenergi dan pakan ternak, krisis finansial yang menyebabkan inflasi serta banyaknya bencana akibat pemanasan global.

Selain itu, ujar Joko, perdagangan pangan di dunia sangat tipis, yakni hanya sebesar 7 persen dari total produksi dunia (untuk beras). Sehingga sulit bagi Indonesia apabila hanya mengandalkan penyediaan pangannya dari impor.

Joko menjelaskan, situasi iklim yang saat ini tidak menentu dan kurang bersahabat telah menyebabkan bencana alam seperti longsor, banjir, dan kekeringan. Sehingga menuntut manajemen cadangan pangan yang efektif dan efisien agar dapat mengatasi kerawanan pangan

Di sisi lain, lanjut Wakil Gubernur Lampung MS Joko Umar Said, pembangunan ketahanan pangan di Provinsi Lampung telah menunjukan hasil yang cukup signifikan, baik terhadap sasaran pencapaian pembangunan nasional maupun provinsi.

"Hal ini dapat dilihat dari beberapa keunggulan Provinsi Lampung yang merupakan representasi pembangunan ketahanan pangan di daerah itu," kata Joko.

Keunggulan Lampung di bidang ketahanan pangan lanjut dia, antara lain sebagai produsen gula pasir yang memasok sampai 35 persen produksi nasional, tapioka (60 persen dari produksi nasional), produsen nenas kaleng (26 persen pemasok kebutuhan dunia), pengekspor udang ke USA dan Jepang.

Ia menyebutkan, selain itu Lampung juga merupakan produsen padi nomor tujuh terbesar di Indonesia, penghasil utama jagung nomor tiga, produsen ubi kayu dan kopi terbesar nasional, serta penyuplai sapi terbesar ke Pulau Jawa.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026