Logo Header Antaranews Lampung

Polda Metro Gulung Penjahat Mengaku Polisi

Rabu, 2 Mei 2012 16:18 WIB
Image Print
Anggota Polda Metro Jaya sedang latihan darat dan udara untuk menyergap pelaku kejahatan di kawasan Monas, Jakarta. (Foto ANTARA/M.Tohamaksun).
Mereka spesialis perampokan di Pantura dengan mengaku sebagai anggota Polda Metro Jaya dan Mabes Polri."

Jakarta (ANTARA) - Aparat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menggulung sindikat pelaku pemerasan dan penculikan dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian yang biasa beraksi di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura).

"Mereka spesialis perampokan di Pantura dengan mengaku sebagai anggota Polda Metro Jaya dan Mabes Polri," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Rabu.

Tersangka yang berhasil ditangkap petugas, yakni berinisial IS, CS, T alias HR, AS dan K alias B tewas setelah ditembak anggota, karena melakukan perlawanan.

Saat ini, petugas masih mencari empat tersangka lainnya yang masuk daftar pencarian orang (DPO), yaitu W, K, S dan H.

Rikwanto menuturkan para pelaku diduga terlibat tindak pidana dengan kekerasan dan pemerasan terhadap warga negara Korea, Huang di Kapuk Muara, Cengkareng, Jakarta Barat, 19 Agustus 2011 dan kasus serupa di Pademangan, Jakarta Utara, 23 April 2012.

Total hasil kejahatan para tersangka pada dua lokasi kejadian itu mencapai Rp350 juta.

"Polisi masih menelusuri lokasi kejahatan lainnya yang pernah dilakukan tersangka," ujar Rikwanto.

Kepala Subdirektorat Tanah dan Bangunan Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heriawan menyebutkan para tersangka mendatangi korban dengan cara mengaku sebagai polisi yang mengenakan celana warna coklat, membawa borgol dan alat komunikasi atau "handy talk" (HT).

Herry mengungkapkan para tersangka mengaku polisi yang hendak menangkap korban Huang karena dituduh sebagai bandar narkoba.

"Korban sempat dibawa keliling, tersangka minta uang tebusan Rp1 miliar hingga akhirnya turun jadi Rp178 juta," tutur Herry.

Herry menambahkan pelaku juga kerap menghadang dan memeras kendaraan angkutan barang di jalur Pantura, dengan modus mengaku sebagai polisi.

Selain menangkap pelaku, polisi menyita satu pucuk senjata api pabrikan jenis "Walter", satu pucuk senjata mainan, satu pucuk senjata gas, satu unit mobil boks, satu unit motor dan satu buah borgol. (ANTARA).



Pewarta :
Editor: M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026