Logo Header Antaranews Lampung

Sudan Selatan Perluas Serangan ?

Rabu, 2 Mei 2012 07:56 WIB
Image Print

Khartoum (ANTARA/AFP) - Sudan Selatan menduduki daerah-daerah baru di perbatasan dengan Sudan dalam satu pola memperluas agresi, kata Kementerian Luar Negeri Khartoum dalam satu pernyataan Selasa.

"Pemerintah Sudan menginformasikan bahwa Sudan Selatan dan tentaranya sedang berusaha memperluas agresi serta menduduki beberapa daerah yang disengketakan dengan paksa," katanya.

"Sudan tidak dapat membiarkan pasukan pendudukan menegakkan kekuasaan mereka."

Pernyataan itu dikeluarkan lebih dari seminggu setelah pasukan Sudan Selatan mengatakan mereka telah merampungkan penarikan dari daerah minyak utama Heglig, yang mereka duduki selama 10 hari dalam usaha yang bertepatan dengan serangan-serangan udara Sudan di perbatasan Sudan Selatan.

Militer Sudan mengatakan mereka memaksa pasukan Sudan Selatan mundur dari Heglig.

Itu adalah pertempuran paling seru dalam sebulan bentrokan perbatasan dan menimbulkan kekhawaitran akan terjadi perang lebih luas antara kedua negara itu.

Dalam pernyataannya, kemlu Sudan itu mengatakan pssukan Sudan Selatan Senin menduduki satu daerah yang disengketakan di perbatasan Darfur Sudan dan negara bagian Bahr el-Ghazal Barat Sudan Selatan.

Pendudukan ini terjadi sehari setelah Sudan Selatan menduduki satu daerah lainnya yang disengketakan di perbatasan Darfur, tambah kementerian itu.

Pernyataan itu mengulang kembali satu protes bahwa pasukan Sudan Selatan melakukan "agresi dan operasi militer" di negara-negara bagian Kardofan Selatan dan Nil Biru.

"Ini adalah satu rencana untuk melanjutkan perang dan merusak perdamaian dan keamanan serta stabilitas di sepanjang perbatasan Sudan dan Sudan Selatan," kata kementerian itu.

Pasukan Sudan selama beberapa bulan berperang melawan etnik-etnik pemberontak di Kordofan Selatan dan Nll Biru.

Pemberontak itu berperang membantu pemberotnak selatan yang melancarkan perang saudara 22 tahun melawan Sudan utara sebelum perjanjian perdamaian tahun 2005 yang menghasikan kemerdekaan Sudan Selatan Juli tahun lalu.

Pemerintah Sudan Selatan di Juba membantah mendukung gerakan-gerkan oposisi dan menuduh Sudan mendukung pasukan pemberontak di wilayah Sudan Selatan.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026