Logo Header Antaranews Lampung

Harga Beras Belum Terpengaruh HPP

Sabtu, 25 Februari 2012 11:22 WIB
Image Print
Beras impor asal India tengah diturunkan di Pelabuhan Panjang Bandarlampung. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Eni Muslihah)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Sejumlah pedagang beras di Bandarlampung, Sabtu, menyebutkan
kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) atas beras dan gabah ternyata belum berpengaruh terhadap harga pangan utama itu di daerah tersebut.

"Harga beras masih bertahan tinggi, karena harga beras asalan sekarang masih jauh lebih mahal daripada HPP baru itu," kata Rodjie, salah satu pedagang beras di Pasar Tugu Bandarlampung.

Menko Perekonomian Hatta Radjasa pekan lalu menyebutkan HPP beras ditetapkan Rp6.600 per kilogram. HPP beras sebelumnya adalah Rp5.060/kg.

Menko juga menyebutkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk kenaikan HPP tersebut telah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kenaikan HPP tersebut sesuai dengan usulan Kementerian Pertanian yang menilai kenaikan HPP beras dan gabah sepantasnya sebesar 27-28 persen dari HPP sebelumnya yang diatur dalam Inpres No 7 Tahun 2009.

Para pedagang juga memperkirakan HPP baru itu malah akan mempertahankan harga beras tinggi seperti sekarang ini.

Sementara itu, harga beras asalan di Pasar Tugu Bandarlampung berkisar Rp7.500- Rp8.000/kg.

"Kalau dibeli eceran, harganya berkisar Rp7.800- Rp8.000/kg. Kalau dibeli sekarung isi 25 kg maka harganya berkisar Rp7.500- Rp7.600/kg," kata Rodjie.

Harga beras kualitas sedang berkisar Rp8.100- Rp9.000/kg, sedang beras kualitas premium di atas Rp9.500/kg.

Ia menyebutkan para pedagang beras setempat masih tetap menjual beras OP Bulog dengan harga Rp6.700/kg, karena peminat beras impor asal Vietnam itu ternyata cukup banyak.

Bulog Divre Lampung menyiapkan 268.550 kilogram beras untuk menekan lonjakan harga beras pasaran melalui operasi pasar itu.

Menurut pedagang, harga beras bertahan tinggi karena Lampung belum memasuki panen raya padi.

Provinsi Lampung selalu disebutkan sebagai salah satu sentra produksi beras nasional, namun Bulog setempat dalam beberapa tahun terakhir selalu gagal membeli beras sesuai target.

Meski demikian, target pembelian beras justru meningkat setiap tahunnya. Target pembelian beras tahun 2012 ditetapkan 190 ribu ton.

Karena sulit mendapatkan beras, akhirnya beras dari Vietnam dan India yang didatangkan ke Lampung.

Tahun lalu sekitar 15 ribu ton beras asal Vietnam dipasok ke Lampung, dan tahun ini didatangkan dari India.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026