Logo Header Antaranews Lampung

Biji Kopi Lagi Sulit Didapatkan

Kamis, 16 Februari 2012 08:57 WIB
Image Print
Kopi bubuk produksi perajin di Lampung (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Sejumlah pedagang kopi bubuk di Kota Bandarlampung, Kamis, menyatakan mereka masih sulit mendapatkan biji kopi bermutu, karena panen raya kopi belum berlangsung di daerah penghasil utama kopi nasional itu.

"Akibat sulitnya mendapatkan bahan baku, produksi bubuk kopi menurun tidak seperti biasanya," kata Tedy (34), pedagang kopi bubuk di Pasar Tugu Bandarlampung.

Dia mengatakan, meski hanya dapat memproduksi sedikit kopi bubuk, namun tidak berpengaruh terhadap harga jualnya, yakni Rp40 ribu/kg.

Menurutnya, stok biji kopi di Lampung sebenarnya banyak, namun agen kopi banyak menahannya sambil menunggu harga komoditas unggulan itu meningkat.

"Harga biji kopi dari agen berkisar Rp20 ribu- Rp21 ribu per kilogramnya. Jika dibeli dari petani maka harganya Rp17 ribu/kg," kata dia.

Ia melanjutkan, jika harga biji kopi di tingkat agen tinggi maka ia terpaksa membelinya daripetani.

Biji kopi sebanyak 500 kg dibeli seharga Rp10 juta, dan keuntungannya setelah diolah menjadi kopi bubuk berkisar 20- 30 persen.

Bubuk kopi yang dijual, dia mengungkapkan, dari biji kopi robusta, karena rasanya yang khas dan barangnya mudah didapatkan.

Selain itu, menurutnya, jika harganya turun pun tidak terlalu rendah, dan biji kopi itu bisa didapatkan dari Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Pesawaran.

Menurut sejumlah agen kopi di Bandarlampung, hanya sebagian kecil petani kopi yang mulai panen.

"Belum sepenuhnya panen, karena musim panen raya akan tiba di bulan Maret nanti," kata Rahmad, agen kopi.

Dia mengatakan, jika ada yang panen, jumlahnya hanya sedikit, namun kualitasnya membaik karena kondisi cuaca mulai cerah.

Menurutnya, sebagian petani yang penen juga menahan hasil perkebunannya itu, karena mereka menunggu harganya tinggi baru dijual.

"Harga barang tergantung kualitasnya. Jika baik harganya tinggi, tapi jika kualitasnya rendah maka harganya pun rendah," kata dia.

(Roy Baskara/WWW.ANTARALAMPUNG.COM/LAMPUNG.ANTARANEWS.COM)



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026