
Harga Komoditas Unggulan Bertahan

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Harga sejumlah komoditas unggulan di Kota Bandaralampung pada pekan keempat Januari stabil atau sama seperti pekan lalu, dikarenakan masih minimnya pasokan dari petani ke pedagang kakao yang ada di kota itu.
Harga komoditas jagung di Bandarlampung, Rabu, masih stabil yaitu Rp2.500/kg sampai Rp2.600/kg, karena pasokan dari para petani menurun.
Sejumlah agen yang ada di kota itu juga mengatakan minimnya pasokan jagung dari para petani diakibatkan masih dalam proses penanaman sejak beberapa bulan lalu, dan kemungkinan baru akan panen sekitar dua bulan ke depan.
Harga lada hitam juga masih bertahan pada kisaran Rp45.000/kg. Penyebabnya adalah pasokan komoditas tersebut masih minim dan budi daya tanaman itu juga menurun karena sulitnya perawatan dan pengelolaan pascapanen.
Harga karet juga masih bertahan pada Rp7.000/kg, sedangkan saat normal mencapai Rp10.000/kg. Petani terkendala proses penyadapan akibat curah hujan tinggi dan kadar air getah karet juga tinggi.
Stabilnya harga juga terjadi pada kopi robusta yang masih bertahan tinggi, yaitu Rp18.000/kg sampai Rp20.000/kg. Selain karena pasokan dari petani sedikit, budi daya menurun serta belum memasuki masa panen.
Sedangkan harga kakao asalan di tingkat petani Rp5.000 per kilogram akibat mutunya kurang berkualitas dan berjamur warna hitam sehubungan terkendala pengeringan saat curah hujan tinggi.
Harga kakao anjlok dari pekan lalu yang mencapai Rp15.000/kg.
Harga kopra juga tetap sama seperti pekan lalu yakni Rp3.000/kg sampai Rp3.500/kg karena kualitasnya menurun dengan kadar air lebih tinggi, dan petani pun kesulitan mengeringkannya.
Sementara itu, harga lada putih mengalami kenaikan sebesar Rp10.000 menjadi Rp105.000/kg dari harga sebelumnya Rp95.000/kg, akibat semakin menurunya pasokan komoditas tersebut dari daerah sentra penghasil.
Pewarta :
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
