
Bengkulu Miliki Menara Pantau Tsunami

Bengkulu (ANTARA LAMPUNG) - Menara pantau tsunami Bengkulu dengan tinggi 43 meter direncanakan beroperasi pada akhir 2011 dilengkapi dengan diorama dan alur sejarah daerah itu.
"Menara pantau ini selain berfungsi sebagai pemantau tsunami juga memiliki kegunaan sebagai wisata sejarah karena terowongan penghubung antara menara dan benteng marlborough sepanjang 300 meter dindingnya akan dilengkapi dengan diorama dan gambar-gambar perjuangan rakyat Bengkulu," Kata pelaksana tugas (plt) Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah.
Pembangunan menara pantau tsunami ini terintegrasi dengan tiga situs bersejarah Bengkulu yakni Benteng Marlborough, tugu Thomas Parr dan lapangan merdeka.
Sepanjang tower penghubung antara menara pantau dan Benteng Marlborough akan dibagi dalam enam segmen sejarah.
Segmen pertama di mulai dari Benteng Marlborough yakni segmen penjajahan Inggris, segmen kedua terbunuhnya komandan Inggris Thomas Parr sebagai simbol perlawanan rakyat Bengkulu dengan didirikannya tugu di atas terowongan.
Segmen ketiga penjajahan Belanda, segmen keempat penjajahan Jepang, kelima segmen perjuangan kemerdekaan dan berdirinya Provinsi Bengkulu, sedangkan segmen terakhir segmen tahun 1968 hingga kini.
Sepanjang dinding terowongan penghubung akan dilengkapi gambar tiga dimensi, banner, relief, dan lain sebagainya.
Sementara itu di ruang bawah menara pantai juga akan dilengkapi oleh catatan-catatan sejarah mengenai Bengkulu, terminal bawah tanah sebagai tempat poto-poto gubernur yang pernah memimpin Bengkulu dilengkapi dengan keberhasilannya.
Selain itu menara pemantau akan dilengkapi dengan satu unit lift, ruang restoran berukuran 85 meter, ruang pandang seluas 38 meter, dua ruang basement.
Ia mengharapakan untuk kesempurnaan pembangunan tersebut masih dibutuhkan beberapa data-data sejarah Bengkulu yang belum dapat didokumentasikan, jika masyarakat memiliki data tersebut dapat menghubungi pemerintah karena sangat membantu
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
