
Pendaki Merapi Jelang Libur Idul Adha Meningkat

Kami yakin jumlah pendaki baik dari lokal maupun wisatawan mancanegara ke Merapi meningkat"
Boyolali,(ANTARA LAMPUNG) - Jumlah pendaki ke puncak Gunung Merapi melalui pintu pendakian di Desa Lencoh, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menjelang liburan Idul Adha diperkirakan mengalami peningkatan.
"Pendaki ke puncak Merapi, menjelang liburan Idul Adha diperkirakan mencapai 300-an orang atau tiga kalinya dibanding pekan sebelumnya yang rata-rata sekitar 100 orang per minggu," kata anggota Tim SAR "Barameru" Desa Lencoh, Samsuri, di Boyolali.
Menurut dia, pendaki yang datang dari berbagai daerah tersebut mulai tiba di base camp Dukuh Plalangan Lencoh, mulai Sabtu pagi hingga sore. Mereka istirahat di base camp, kemudian mulai pendakian dari sekitar pukul 21.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB esok harinya.
"Kami yakin jumlah pendaki baik dari lokal maupun wisatawan mancanegara ke Merapi, menjelang Idul Adha akan meningkat, meski cuaca saat ini memasuki musim hujan," katanya.
Menurut dia, pendaki yang sudah tiba menginap di base camp hingga Jumat (4/11), sekitar pukul 23.00 WIB sudah mencapai 100 orang lebih. Mereka akan terus bertambah hingga Sabtu malam.
"Pintu mendakian melalui Desa Lencoh sudah dibuka untuk umum sejak satu bulan terakhir ini. Sehingga, pendaki dari berbagai daerah berdatangan ingin melihat kondisi puncak saat ini setelah terjadi bencana erupsi," katanya.
Para pendaki selain dari lokal Boyolali, mereka dari Solo, Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, dan Semarang.
Bahkan, pendaki asal mancanegara yang melakukan pendakian ke puncak Merapi rata-rata mencapai enam hingga 10 orang setiap hari. Mereka dengan dipandu oleh seorang pemandu wisata.
Sementara kondisi cuaca di kawasan puncak Merapi, beberapa hari ini sering berkabut, udara dingin, dan turun hujan.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau para pendaki untuk lebih berhati-hati dan membawa perlengkapan yang dibutuhkan seperti tenda, jas hujan, dan perbekalan secukupnya.
Bahkan, kata dia, pada musim hujan saat ini waspada terhadap tanah longsor dan jalur pendakian lincin. Jika pendaki terhalang kabut jarak pandang kurang dari dua meter sebaikinya berhenti sejenak agar tidak tersesat.
"Pendaki juga diminta berhati-hati di jalur Pos dua hingga Pasar Bubar. Karena, jalur itu memiliki kemiringan cukup terjal atau sekitar 80 derajat. Pendaki pemula diminta merangkak saat melintasi jalur itu," katanya.
Namun, pendaki setelah setibanya di Pasar Bubar menuju puncak melalui jalan yang berpasir, tetapi padat.
Ia menjelaskan, para pendaki sebelum melakukan pendakian mereka diwajibkan mendaftarkan identitas ke petugas jaga base camp dengan dikenai biaya hanya Rp1.500 per orang.
Sukirman (37) salah satu pemandu wisatan Merapi, pendaki asal mancanegara ke Merapi setiap hari hampir ada. Mereka dari berbagai negara seperti Francis, Belanda, dan Singapura.
"Wisatawan mancanegara ke Merapi biasanya ingin melihat langsung puncak Merapi setelah terjadi erupsi," katanya. (ANT)
Pewarta :
Editor:
Gatot Arifianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
