
Empat Anggrek Langka Mekar Di Bengkulu

Bengkulu (ANTARA LAMPUNG) - Empat rumpun anggrek langka, Grammatophyllum speciosum yang disebut juga Anggrek Tebu, milik penangkar angrek di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu berhasil mekar.
"Pernah mekar empat tahun lalu dan sekarang berbunga lagi dan ukurannya lebih besar," kata Barlian, warga setempat yang menangkar jenis anggrek terbesar di dunia itu, di Bengkulu, Jumat.
Ia mengatakan, dua rumpun anggrek yang mekar adalah hasil penangkarannya sendiri sedangkan dua rumpun lagi ditemukan mekar di dalam kebun durian milik warga.
Anggrek Tebu atau juga dikenal Anggrek Harimau masih banyak ditemukan di dalam kawasan hutan di sekitar desa mereka, juga tumbuh sebagai tanaman efifit di pohon durian milik warga.
"Satu anggrek yang berbunga ini tumbuh menempel di tanaman durian yang sudah tua, rumpun bunga ini juga sangat besar," tambahnya.
Sedangkan bunga yang ditangkar sendiri di dalam pot dan satu rumpun lainnya ditempel pada pohon kelapa sudah mulai mekar.
Anggrek yang berhasil dibudidayakan dalam pot berhasil memunculkan tiga spike atau tangkai bunga dengan panjang tangkai bunga mencapai 65 hingga 70 cm dan diperkirakan mekar sempurna satu minggu ke depan.
"Bunga yang mekar dalam pot ini sudah kami bawa ke Kota Bengkulu agar bisa dinikmati penggemar anggrek lokal," ujarnya.
Sementara bunga yang mekar di dalam kebun durian sudah mulai mekar dimana dari satu tangkai bunga muncul 27 bakal bunga yang saat ini panjangnya 40 cm hingga 60 cm.
"Panjang tangkai bunga ini akan bertambah karena biasanya mencapai 150 cm hingga 170 cm" tambahnya.
Barlian mengatakan bunga tersebut membutuhkan waktu satu tahun mulai dari proses mengeluarkan tangkai bunga hingga buahnya masak.
Rumpun yang besar merupakan kekhasan bunga tersebut. Jumlah batang anggrek yang ditangkar mencapai 250 batang yang panjangnya bervariasi mulai satu meter hingga 3,5 meter.
Jika mekar, bunga tersebut bisa bertahan selama dua hingga empat bulan. Barlian mengatakan kelestarian bunga langka itu semakin terancam dengan aktivitas perambahan hutan.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
