Logo Header Antaranews Lampung

Pasokan Kakao Di Lamsel Turun

Jumat, 12 Agustus 2011 06:57 WIB
Image Print
PEREMAJAAN KAKAO (ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

Kalianda (ANTARA LAMPUNG) - Pasokan biji kakao kering di tingkat petani Kabupaten Lampung Selatan turun akibat musim kemarau yang masih berlangsung hingga saat ini.

Produktivitas tanaman kakao sekarang ini menurun karena musim kemarau sehingga berdampak pada pasokan petani," kata Saelan petani di Desa Katibung Lampung Selatan, Jumat.

Ia mengatakan, dalam sepekan biasanya dapat menyetorkan biji kakao kepada pengumpul sebanyak 50 kilogram sedangkan sekarang ini maksimal hanya 30 kilogram atau menurun sebanyak 40 persen dari biasanya.

Namun, kata dia, harga kakao masih bertahan tinggi Rp22.000 per kilogram sejak beberapa pekan ini karena kualitas kakao petani meningkat.

"Petani lebih mudah menjemur biji kakao karena cuaca sangat bagus tanpa curah hujan sama sekali," katanya.

Petani di Desa Gunungterang, Kecamatan Kalianda, Sudi, mengatakan pasokan kakao kepada pengumpul saat ini menurun cukup drastis karena tanaman kakao kekurangan air hingga menyebabkan jumlah buah berkurang.

Dia mengatakan, biasanya dalam sekali panen mendapatkan 30 kilogram kakao kering namun sekarang hanya 20 kilogram.

Sementara itu, harga kakao, katanya, masih bertahan cukup tinggi Rp21.000 per kilogram di pedagang pengumpul daerah tersebut selama beberapa pekan ini.

"Biji kakao petani lebih berkualitas karena penjemuran dapat dilakukan dengan maksimal mengandalkan teriknya sinar matahari," imbuhnya.

Salah satu pengumpul di gudang hasil bumi Kecamatan Tanjungbintang, Suyatno, mengatakan harga kakao saat ini bertahan sedangkan pasokan dari petani mulai menurun karena dampak dari musim kemaarau.

Namun, katanya, pasokan kakao peta saat ini lebih berkualitas dalam beberapa pekan karena petani dapat menjemur dengan optimal.

Dia mengatakan, penurunan pasokan ini akan terus berlangsung selama musim kemarau yang biasanya berlangsung hingga menjelang akhir tahun nanti.

Luas lahan perkebunan kakao di Lampung Selatan mencapai 13.190 hektare dengan produktivitas 965 kilogram biji kakao kering per hektare yang bersentra di Kecamatan Tanjungbintang, Merbaumataram, Katibung, Kalianda, Penengahan, dan Bakauheni.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026