Bandarlampung (ANTARA) - Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Lampung menyatakan bahwa akan terus memperkuat edukasi literasi ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Lampung.

"Kami akan terus memperkenalkan, dan mengedukasi masyarakat akan literasi ekonomi dan keuangan syariah dengan berbagai kegiatan salah satunya melalui Lampung Sharia Economic Festival dan mengikutsertakan santri dalam membangun ketahanan inflasi melalui pemberian bibit cabai," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Lampung Bimo Epyanto di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan hal tersebut dilakukan untuk menciptakan kemandirian ekonomi melalui terwujudnya ekosistem ekonomi, serta keuangan syariah di Lampung yang semakin kuat dan inklusif.

"Edukasi literasi ekonomi dan keuangan syariah ini dilakukan untuk membentuk gaya hidup masyarakat agar lebih erat atau familiar dengan ekonomi dan keuangan syariah dalam menjalankan aktivitasnya," katanya.

Dia menjelaskan dengan penguatan edukasi literasi ekonomi dan keuangan syariah akan mendorong perluasan manfaat serta dampak dari ekonomi dan keuangan syariah bagi pembangunan daerah.

"Memang perlu kegigihan untuk melakukan literasi ini, contohnya melalui pembiayaan syariah perlu pula dilakukan pendekatan lebih gencar lagi ke masyarakat," ucap dia.

Diketahui sebelumnya pada 2025 tercatat pada pelaksanaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Sumatera di Provinsi Lampung nilai transaksi penjualan di area pameran mencapai Rp1,6 miliar.

Lalu 21 pondok pesantren mitra binaan di Provinsi Lampung yang telah menerapkan Program Integrated Farming with Technology Information and Society (INFRATANI).

Dan pihaknya tengah mengembangkan pariwisata ramah Muslim di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan untuk memperluas ekosistem ekonomi syariah.