Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menyampaikan bahwa kondisi geografis kota ini dengan puluhan aliran sungai menjadi tantangan tersendiri dalam mengatasi permasalahan banjir di Ibu Kota Provinsi Lampung ini.

"Tercatat, terdapat enam sungai besar dan sekitar 33 pintu sungai kecil yang melintasi wilayah kota, sementara sebagian di antaranya mengalami penyempitan akibat bangunan liar. Ini menjadi tantangan dalam mengatasi banjir di kota ini," kata Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, di Bandarlampung, Rabu.

Terlebih, lanjut dia, saat ini banyak bangunan yang berdiri di atas aliran sungai, bahkan menutup saluran air, yang menyebabkan air tidak tertampung dan menimbulkan genangan.

"Oleh karena itu, pemerintah kota saat ini terus menertibkan bangunan di atas sungai. Dalam hal ini, kami selalu melakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak terjadi konflik sosial dalam proses penanganan," kata dia.

Namun begitu, lanjut dia, Pemerintah Kota Bandarlampung tidak bisa sendiri dalam menangani banjir yang kerap terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi melanda kota ini.

"Maka pentingnya sinergi antara pemerintah kota, provinsi, terutama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung dalam menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh," kata dia.

Dia pun menegaskan bahwa permasalahan banjir di Ibu Kota Provinsi Lampung tidak bisa didiamkan begitu saja, harus ada kerja sama antarpihak guna menyelesaikannya mulai dari hulu hingga hilir.

“Tentunya kita ingin ke depan tidak ada lagi banjir di Bandarlampung. Itu harapan kita bersama, kami juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dan masukan dalam penyusunan roadmap penanganan banjir," kata dia.