KOTA BANDAR LAMPUNG (ANTARA) - Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lampung (Unila) menggelar pembinaan mental dan spiritual bagi sivitas akademika, di Aula Dekanat FP, Selasa, dengan fokus utama untuk mendukung transformasi karakter dan memperkuat kesejahteraan sosial.
Kegiatan bertajuk “Cahaya Ramadan: Menjalin Ukhuwah, Memupuk Ikhlas dan Integritas” ini dirangkai dengan sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai upaya integrasi peningkatan kinerja dosen dan tenaga kependidikan, sekaligus untuk memastikan pelayanan akademik kepada masyarakat tetap prima di tengah ibadah puasa.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian Dr Kuswanta Futas Hidayat menekankan efisiensi waktu selama Ramadhan yang seharusnya dikonversi menjadi energi kerja yang lebih fokus, karena tidak ada jeda istirahat makan. Baginya, profesionalisme adalah bagian dari ibadah itu sendiri.
"Bulan suci Ramadhan ini tidak menghalangi semua aktivitas, justru pada saat bulan Ramadhan ini kinerja kita harus meningkat, karena kita tidak ada acara istirahat makan dan sebagainya. Mari kita laksanakan kewajiban kita sehingga harapannya justru di bulan Ramadhan ini semakin meningkat. Ramadhan sendiri tidak menghalangi kita untuk beraktivitas,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Unila Prof Dr Lusmeilia Afriani, DEA, IPM, ASEAN Eng, menilai iklim kerja yang produktif berakar dari hubungan kemanusiaan yang harmonis.
Ia menyoroti bagaimana integritas akademik berdampak langsung pada prestasi mahasiswa, termasuk inisiasi program fast track yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan studi magister lebih awal guna meningkatkan persentase SDM unggul di Indonesia.
"Integritas dalam menjalankan amanah akan membangun kepercayaan, dan ukhuwah yang terjalin erat akan menciptakan lingkungan akademik yang harmonis dan produktif," tutur Prof Lusmeilia.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan Fakultas Pertanian Unila yang terus mendorong dosen-dosennya untuk membimbing mahasiswa hingga ke jenjang pascasarjana.
Dalam kesempatan itu, Ustaz Asep Kholis Nurjamil turut menyampaikan tausiah mengenai esensi kebersamaan dalam Islam. Menurut dia, Ramadhan memiliki keunikan karena hampir seluruh aktivitas ibadahnya dirancang untuk dilakukan secara kolektif demi memupuk rasa kasih sayang.
"Salah satu kenikmatan di bulan Ramadan hampir semua diikat dengan kebersamaan. Buka puasa bersama, kita sering makan bareng di luar Ramadhan tapi tidak disebut dengan buka puasa bersama. Kita sering shalat berjamaah di luar Ramadan tapi tidak disebut tarawih bersama, sahur bersama, bahkan berbagi bersama," kata Ustaz Asep.
Dalam konteks sosial, Ustaz Asep memberikan edukasi mendalam mengenai zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi. Ia mengingatkan, meski zakat memiliki ketentuan nisab (setara 89 gram emas) dan haul (satu tahun), Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menunjukkan kepedulian.
"Zakat yang terbaik itu adalah zakat yang dikeluarkan bulan Ramadhan, walaupun zakat kapan pun juga bisa. Kata nabi kalau ada orang yang belum sampai pada haulnya maka bulan Ramadhan tetap diperintahkan untuk disegerakan. Apalagi ada zakat yang wajib dikeluarkan di akhir Ramadhan sebelum khatib naik ke atas mimbar," ujarnya.
Melalui sosialisasi UPZ Unila, diharapkan kesadaran berzakat di lingkungan universitas semakin sistematis. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan serta masyarakat sekitar yang berhak, membuktikan bahwa kegiatan spiritual di Unila memiliki output sosial yang terukur dan berkelanjutan.