Lampung Selatan (ANTARA) - Satgas pangan dari Satreskrim Polres Lampung Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Provinsi Lampung melakukan pemantauan langsung harga bahan makanan di Pasar Inpres Kalianda.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan atau sembako selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus mencegah praktik penimbunan dan penjualan harga komoditas di atas harga eceran tertinggi (HET).
"Tim gabungan menyasar lapak-lapak pedagang sembako guna mengecek perkembangan harga sekaligus memantau potensi lonjakan menjelang Hari Raya Idul Fitri," kata Kanit Tipidter Satreskrim Polres Lampung Selatan, Ipda Deni Ardiansyah, di Kalianda, Selasa.
Menurut dia, pengawasan ini menjadi upaya preventif agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga yang tidak wajar di momentum meningkatnya kebutuhan konsumsi.
Oleh karena itu, ia mengingatkan para pedagang agar mencatat secara rinci asal barang dan perusahaan pemasok. Langkah tersebut dinilai penting untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian harga.
“Saya mengingatkan, tolong dipastikan belanja dari siapa, perusahaan apa, dicatat. Karena kita mau kontrol harganya. Masih Ramadhan, supaya masyarakat tidak terbebani dengan harga yang mahal,” ucapnya.
Deni juga menambahkan, pencatatan yang jelas juga akan melindungi pedagang dari dugaan spekulasi harga apabila terjadi kenaikan signifikan.
"Kalau terjadi kenaikan signifikan tapi tidak tahu belanja dari mana, nanti seolah-olah pedagang yang menaikkan harga," ujarnya.
Pemantauan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan dapat menjalani Ramadhan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga bahan pokok.
Sementara itu, salah satu pedagang sembako, Mukirjo mengungkapkan sejumlah komoditas mulai mengalami pergerakan harga. Seperti cabai merah misalnya, masih relatif stabil di angka Rp35 ribu per kilogram.
Sementara, cabai rawit justru mengalami penurunan dari Rp70 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram. Di sisi lain, harga gula pasir putih tercatat naik dari Rp18 ribu menjadi Rp19 ribu per kilogram. Adapun bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp35 ribu per kilogram dan masih berada pada harga yang tetap.
"Kalau harga itu naik turun, sekarang naik besok bisa turun, tidak bisa diprediksi. Apalagi kalau bulan puasa begini,” ujar Mukirjo.
Ia juga memprediksi harga kebutuhan pokok berpotensi meningkat mendekati Lebaran, seiring naiknya permintaan pasar dan harga dari distributor.
"Biasanya kalau mau Lebaran pasti naik, karena modal dari distributor juga naik,” ucap dia.
Baca juga: Pemkot Bandarlampung: Pasar murah tekan harga pangan jelang Lebaran
Baca juga: Sidak pasar di Lampung cegah spekulasi harga pangan jelang Lebaran
Baca juga: DPRD Lampung desak langkah cepat redam gejolak harga pangan selama Ramadhan