Bandarlampung (ANTARA) - Sebanyak 350.760 penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di Provinsi Lampung telah mendapatkan Program Makan Bergizi (MBG) selama 2025.

"Program yang paling bersentuhan dengan pengentasan stunting adalah program pembangunan keluarga, dan ini berkorelasi dengan Program MBG. Kami sudah bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat kementerian dan provinsi untuk pelaksanaan program. Sasaran yang dituju secara khusus adalah ibu hamil, ibu menyusui dan balita, ini jadi sasaran MBG mulai 2025 sampai 2026," ujar Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga(Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan jumlah penerima manfaat Program MBG kategori 3B di Provinsi Lampung selama tahun 2025 ada sebanyak 350.760 penerima manfaat, dengan rincian 2.947 ibu hamil, 206 ibu menyusui, dan 347.607 balita. .

Dengan pencapaian itu pihaknya yakin pada Januari 2026 akan lebih banyak target serta sasaran yang terlayani di seluruh 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

"Ini akan membantu juga pencapaian target Program MBG secara keseluruhan yang sudah terlayani. Dan untuk pelaksanaan di 2026 masih menunggu. Akan tetapi yang pasti capaian di 2025 berdasarkan hasil evaluasi sudah mencapai 162 persen," ucapnya.

Menurut dia, Program MBG tersebut telah cukup berpengaruh kepada pengurangan stunting di daerah.

"Kami kerja sama dengan seluruh SPPG di Lampung dan pekan lalu sudah berkoordinasi dengan Gubernur Lampung dan seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting dan MBG, ini mendapatkan apresiasi karena mendapatkan capaian tertinggi di Indonesia," ujar dia.

Untuk target penerima manfaat Program MBG kategori 3B pada 2026 masih berdasarkan data Pendataan Keluarga 2024 (PK 24) dengan jumlah 368.888 sasaran.

"Dikarenakan kategori ibu hamil, ibu menyusui, balita ini merupakan sasaran yang tergolong dinamis untuk periode perubahan statusnya. Maka untuk data target tersebut masih bersifat dinamis mengikuti pembaharuan data di lapangan," kata dia.