Lampung Selatan (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung tercatat telah memeriksa puluhan ribu penderita tuberkulosis (TBC) di daerah itu pada tahun 2025.

Pelaksana Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lamsel Anisa di Kalianda, Rabu, menjelaskan orang terduga TBC adalah pasien yang menunjukkan gejala ke arah TBC, sehingga perlu diketahui gejalanya untuk segera dicegah sejak dini.

"Tahun 2025, target kita 100 persen, terduga TB diperiksa sebanyak 16.048. Setiap orang terduga TBC mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar," kata dia.

Menurut dia, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengontrol dan mendata peredaran penyakit tuberkulosis di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

"Dari puluhan ribu yang diperiksa, sebanyak 2.577 pasien mendapat pengobatan secara intensif," ujarnya.

Oleh karena itu, untuk menekan kasus tersebut, pihaknya terus berupaya mencari dan menemukan warga yang terkena TBC, pengawasan dan supervisi layanan termasuk pencatatan serta pelaporan secara rutin.

Tidak hanya itu, Dinkes Lampung Selatan juga memberikan sosialisasi pedoman penanganan TBC berupa manajemen maupun klinis kepada semua staf unit pelayanan TBC.

"Berbagai cara telah kami lakukan mulai dari edukasi dan pemberian TPT. Integrasi kegiatan penemuan kasus TBC pada pasien DM, HIV, dan Kusta, melakukan penemuan SPM terduga TBC dalam jejaring internal, dan peningkatan kapasitas petugas untuk pelaksanaan mantoux test,” ujar dia.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih proaktif untuk memeriksakan kesehatan mereka agar tidak terserang penyakit-penyakit berbahaya seperti tertular penyakit TBC.

"Kami juga menggelar sosialisasi dan edukasi peningkatan pengetahuan TBC di sekolah, pertemuan jejaring internal dalam penemuan terduga TBC anak dan skrining TBC di tempat berisiko tinggi," ucapnya. 

Baca juga: Pemkab Lamsel catat 90 perempuan dan anak jadi korban kekerasan di 2025

Baca juga: Bupati Lamsel ikuti workshop di Jepang serap sistem pengelolaan sampah

Baca juga: Pemkab Lamsel tekankan pentingnya penguatan SDM juru sembelih halal