Pendapatan XL Axiata semester I 2024 capai sebesar Rp17 triliun
Kamis, 8 Agustus 2024 15:32 WIB
Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini. ANTARA/AHmad Wijaya.
Jakarta (ANTARA) - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil melanjutkan kinerja positif dengan meraih pertumbuhan dan profitabilitas yang solid di sepanjang semester I 2024 dengan meraih pendapatan sebesar Rp17,06 triliun atau naik 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).
Sementara EBITDA pada periode sama mencapai Rp8,96 triliun meningkat 17 persen YoY, EBITDA Margin mencapai 52,5 persen, dan laba bersih setelah pajak (PAT) Rp1,03 triliun, meningkat signifikan sebesar 58 persen YoY, sedangkan pendapatan layanan data dan digital meningkat 10 persen YoY dan memberikan kontribusi 93 persen dari total pendapatan.
“Situasi dan kondisi industri telekomunikasi nasional yang terus semakin menantang serta kompetisi yang berlangsung ketat hingga saat ini, mampu direspon dengan pencapaian kinerja yang sangat menggembirakan," kata Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Dian menambahkan, salah satu kunci pertumbuhan perseroan adalah personalisasi penawaran dan layanan. Hasilnya, data net promoter score (NPS) semakin meningkat secara signifikan, sehingga mendorong penggunaan layanan dan pada akhirnya juga membantu meningkatkan pendapatan. Strategi tersebut masih akan diterapkan di sepanjang tahun 2024.
Hasil dari penerapan strategi berbasis digital melalui data analytics juga memungkinkan perusahaan berinvestasi di area yang bernilai tinggi dan membangun jaringan, termasuk untuk memenuhi permintaan dari seluruh segmen pelanggan. Dengan data analitik ini juga memungkinkan perusahaan mengevaluasi key performance indicator (KPI) di semua aspek terkait pelanggan, kampanye pemasaran, dan loyalitas pelanggan, sehingga perusahaan dapat merancang strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan dan peluang di waktu yang tepat.
Perusahaan juga meningkatkan penerapan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membuka peluang-peluang baru dalam landscape industri telekomunikasi yang sangat dinamis. Salah satunya adalah guna meningkatkan pengalaman pelanggan, termasuk dalam personalisasi layanan dan pengembangan serta rekomendasi produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan, meningkatkan ketepatan lokasi site BTS, dan untuk meningkatkan efisiensi operasional, termasuk optimasi proses dan pengurangan proses manual.
Dari sisi infrastruktur, perseroan terus membangun jaringan hingga akhir semester pertama 2024. Total jumlah BTS hingga akhir Semester 1 2024 tercatat sebanyak 163.884 unit, termasuk 109.170 unit BTS 4G, atau meningkat 8 persen YoY. Tingkat keterhubungan dengan jaringan fiber optik (fiberized) mencapai 62 persen. Fiberisasi BTS tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas jaringan data dan sebagai persiapan implementasi 5G di masa mendatang.
"Guna melakukan upaya peningkatan kualitas jaringan sebagai penopang utama upaya meningkatkan pengalaman pelanggan, XL Axiata tak pernah berhenti memperkuat jaringan. Hal ini tercermin dari pengalokasian belanja modal (Capex) sebesar Rp 8 triliun di tahun ini," katanya.
Investasi dan strategi jaringan yang terus dilakukan tersebut telah berhasil meningkatkan kualitas pengalaman jaringan yang lebih baik untuk mendukung penggunaan layanan yang lebih tinggi. Hal ini terbukti dengan trafik yang tumbuh sebesar 13 persen YoY.
Terkait layanan konvergensi, perseroan juga masih menjalankan proses Transformasi Struktural, termasuk rencana mengalihkan sekitar 750 ribu pelanggan Link Net ke XL Axiata sebagai ServeCo. Langkah ini untuk membuka peluang meningkatkan cross selling sehingga dapat memperbesar dan mempercepat layanan Fixed Mobile Convergence (FMC).
Sementara EBITDA pada periode sama mencapai Rp8,96 triliun meningkat 17 persen YoY, EBITDA Margin mencapai 52,5 persen, dan laba bersih setelah pajak (PAT) Rp1,03 triliun, meningkat signifikan sebesar 58 persen YoY, sedangkan pendapatan layanan data dan digital meningkat 10 persen YoY dan memberikan kontribusi 93 persen dari total pendapatan.
“Situasi dan kondisi industri telekomunikasi nasional yang terus semakin menantang serta kompetisi yang berlangsung ketat hingga saat ini, mampu direspon dengan pencapaian kinerja yang sangat menggembirakan," kata Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Dian menambahkan, salah satu kunci pertumbuhan perseroan adalah personalisasi penawaran dan layanan. Hasilnya, data net promoter score (NPS) semakin meningkat secara signifikan, sehingga mendorong penggunaan layanan dan pada akhirnya juga membantu meningkatkan pendapatan. Strategi tersebut masih akan diterapkan di sepanjang tahun 2024.
Hasil dari penerapan strategi berbasis digital melalui data analytics juga memungkinkan perusahaan berinvestasi di area yang bernilai tinggi dan membangun jaringan, termasuk untuk memenuhi permintaan dari seluruh segmen pelanggan. Dengan data analitik ini juga memungkinkan perusahaan mengevaluasi key performance indicator (KPI) di semua aspek terkait pelanggan, kampanye pemasaran, dan loyalitas pelanggan, sehingga perusahaan dapat merancang strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan dan peluang di waktu yang tepat.
Perusahaan juga meningkatkan penerapan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membuka peluang-peluang baru dalam landscape industri telekomunikasi yang sangat dinamis. Salah satunya adalah guna meningkatkan pengalaman pelanggan, termasuk dalam personalisasi layanan dan pengembangan serta rekomendasi produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan, meningkatkan ketepatan lokasi site BTS, dan untuk meningkatkan efisiensi operasional, termasuk optimasi proses dan pengurangan proses manual.
Dari sisi infrastruktur, perseroan terus membangun jaringan hingga akhir semester pertama 2024. Total jumlah BTS hingga akhir Semester 1 2024 tercatat sebanyak 163.884 unit, termasuk 109.170 unit BTS 4G, atau meningkat 8 persen YoY. Tingkat keterhubungan dengan jaringan fiber optik (fiberized) mencapai 62 persen. Fiberisasi BTS tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas jaringan data dan sebagai persiapan implementasi 5G di masa mendatang.
"Guna melakukan upaya peningkatan kualitas jaringan sebagai penopang utama upaya meningkatkan pengalaman pelanggan, XL Axiata tak pernah berhenti memperkuat jaringan. Hal ini tercermin dari pengalokasian belanja modal (Capex) sebesar Rp 8 triliun di tahun ini," katanya.
Investasi dan strategi jaringan yang terus dilakukan tersebut telah berhasil meningkatkan kualitas pengalaman jaringan yang lebih baik untuk mendukung penggunaan layanan yang lebih tinggi. Hal ini terbukti dengan trafik yang tumbuh sebesar 13 persen YoY.
Terkait layanan konvergensi, perseroan juga masih menjalankan proses Transformasi Struktural, termasuk rencana mengalihkan sekitar 750 ribu pelanggan Link Net ke XL Axiata sebagai ServeCo. Langkah ini untuk membuka peluang meningkatkan cross selling sehingga dapat memperbesar dan mempercepat layanan Fixed Mobile Convergence (FMC).
Pewarta : Ahmad Wijaya
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Karyawan XL Axiata dan Bank Indonesia serahkan bantuan buat disabilitas
26 March 2025 18:54 WIB, 2025
Semarak Ramadhan 1446 H, karyawan XL Axiata berbagi kebaikan di Sumatera
18 March 2025 17:23 WIB, 2025
XL Axiata berdayakan warga binaan Lapas Perempuan melalui program "SheInspire Sinergi Berdaya"
06 March 2025 17:17 WIB, 2025
XL Axiata salurkan bantuan kepada korban bencana, termasuk di Bandarlampung
26 February 2025 19:04 WIB, 2025
Ini penjelasan Kemkomdigi soal nasib spektrum usai XL-Smartfren merger
23 February 2025 21:22 WIB, 2025
Terpopuler - Info Finansial/Bursa
Lihat Juga
DJBC catat penerimaan kepabeanan dan cukai Lampung Rp1,76 triliun di triwulan III
01 November 2025 18:05 WIB