KPU Jateng: 15 anggota KPPS meninggal dunia
Rabu, 21 Februari 2024 22:05 WIB
Ilustrasi lima jenis surat suara pada Pemilu 2024. ANTARA/Ilustrator/Kliwon
Semarang (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah mencatat 15 anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia dalam melaksanakan tugas dalam tahapan Pemilu 2024.
"Hingga hari ini tercatat 15 orang yang meninggal dunia," kata anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Mey Nurlela di Semarang, Rabu.
Selain itu, lanjut dia, terdapat 428 anggota KPPS yang jatuh sakit setelah melaksanakan tugasnya.
Selain itu, menurut Mey, terdapat 14 anggota Linmas yang meninggal dunia selama mengawal tahapan pemungutan suara ini.
Adapun jumlah panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemungutan kecamatan (PPK) yang meninggal dunia total 18 orang.
Ia menuturkan petugas yang merupakan bagian penyelenggara pemilu ini meninggal dunia atau sakit tidak hanya saat atau setelah melaksanakan pemungutan suara pada 14 Februari 2024.
"Jadi, ada yang sebelum dan sesudahnya," tambahnya.
"Hingga hari ini tercatat 15 orang yang meninggal dunia," kata anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Mey Nurlela di Semarang, Rabu.
Selain itu, lanjut dia, terdapat 428 anggota KPPS yang jatuh sakit setelah melaksanakan tugasnya.
Selain itu, menurut Mey, terdapat 14 anggota Linmas yang meninggal dunia selama mengawal tahapan pemungutan suara ini.
Adapun jumlah panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemungutan kecamatan (PPK) yang meninggal dunia total 18 orang.
Ia menuturkan petugas yang merupakan bagian penyelenggara pemilu ini meninggal dunia atau sakit tidak hanya saat atau setelah melaksanakan pemungutan suara pada 14 Februari 2024.
"Jadi, ada yang sebelum dan sesudahnya," tambahnya.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Pemilu
Lihat Juga
Terkait kebocoran DPT Pemilu 2024, Ketua KPU disidang kode etik di DKPP
28 February 2024 13:13 WIB, 2024
Petugas panwas distrik hilang di Papua Tengah, Bawaslu: Kami berharap ditemukan
27 February 2024 17:09 WIB, 2024
Kata pengamat, hak angket hanya membuktikan DPR bekerja untuk rakyat
27 February 2024 14:40 WIB, 2024
Gibran belum ingin ungkap kementerian baru bidangi makan siang gratis
26 February 2024 12:02 WIB, 2024