Ganjar sebut pernyataan otak lambat itu sangat sadis
Senin, 5 Februari 2024 5:42 WIB
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Ganjar Pranowo (kiri) dan Mahfud Md. berpose usai tiba di lokasi debat kelima Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Jakarta (ANTARA) - Calon Presiden RI Ganjar Pranowo mengatakan bahwa pernyataan Capres RI Prabowo Subianto mengenai orang yang menginginkan internet gratis memiliki otak lambat merupakan pernyataan yang sadis.
"Jika kita berbicara bahwa orang yang pilih internet gratis, maaf, otaknya lambat, saya kira statement itu sangat sadis," kata Ganjar dalam debat kelima Pemilu 2024 di Jakarta, Minggu malam.
Sebelumnya, Prabowo tercatat pernah melontarkan sindiran dengan membandingkan antara orang yang mengutamakan internet gratis ketimbang makan gratis.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berkampanye di Pontianak, Kalimantan Barat, 20 Januari 2024.
"Orang yang bilang rakyat enggak minta makan itu anaknya saya kira otaknya agak ... agak lamban," kata Prabowo kala itu.
Menanggapi pernyataan tersebut, dalam debat Ganjar memaparkan bahwa terdapat kurang lebih 12.000 desa yang masih belum mendapatkan koneksi internet, padahal Indonesia ingin mendigitalisasi sejumlah fasilitas, di antaranya di bidang pendidikan dan kesehatan.
Oleh karena itu, Ganjar bersama Calon Wakil Presiden RI Mahfud Md. memasukkan program internet gratis dalam visi dan misinya.
Prabowo pun membantah bahwa kalimat yang ia sampaikan memiliki makna yang dimaksud Ganjar.
"Mungkin tidak lengkap yang Bapak dengar ucapan saya. Yang saya katakan adalah mana yang lebih penting, internet gratis atau makan gratis untuk orang miskin?" ujar Prabowo.
Ia menekankan bahwa ucapannya adalah internet gratis tidak penting jika dibandingkan dengan makan gratis yang menurutnya program strategis untuk mengatasi banyak masalah.
"Saya enggak bermaksud internet gratis itu tidak penting. Kalau dibandingkan dengan makan gratis, menurut saya, itu strategic untuk mengatasi banyak masalah," ucapnya.
Menanggapi jawaban Prabowo, Ganjar mengatakan bahwa klarifikasi tersebut sudah terlambat karena publik sudah berada di internet dan menjadi jejak digital.
"Inilah hebatnya kalau coverage internetnya bagus. Jejak digital tidak akan pernah hilang. Maka, statement Bapak yang hari ini mencoba mengklarifikasi rasa-rasanya di publik sudah lewat karena pernyataan Bapak sangat clear dan membandingkan itu," ujarnya.
"Jika kita berbicara bahwa orang yang pilih internet gratis, maaf, otaknya lambat, saya kira statement itu sangat sadis," kata Ganjar dalam debat kelima Pemilu 2024 di Jakarta, Minggu malam.
Sebelumnya, Prabowo tercatat pernah melontarkan sindiran dengan membandingkan antara orang yang mengutamakan internet gratis ketimbang makan gratis.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berkampanye di Pontianak, Kalimantan Barat, 20 Januari 2024.
"Orang yang bilang rakyat enggak minta makan itu anaknya saya kira otaknya agak ... agak lamban," kata Prabowo kala itu.
Menanggapi pernyataan tersebut, dalam debat Ganjar memaparkan bahwa terdapat kurang lebih 12.000 desa yang masih belum mendapatkan koneksi internet, padahal Indonesia ingin mendigitalisasi sejumlah fasilitas, di antaranya di bidang pendidikan dan kesehatan.
Oleh karena itu, Ganjar bersama Calon Wakil Presiden RI Mahfud Md. memasukkan program internet gratis dalam visi dan misinya.
Prabowo pun membantah bahwa kalimat yang ia sampaikan memiliki makna yang dimaksud Ganjar.
"Mungkin tidak lengkap yang Bapak dengar ucapan saya. Yang saya katakan adalah mana yang lebih penting, internet gratis atau makan gratis untuk orang miskin?" ujar Prabowo.
Ia menekankan bahwa ucapannya adalah internet gratis tidak penting jika dibandingkan dengan makan gratis yang menurutnya program strategis untuk mengatasi banyak masalah.
"Saya enggak bermaksud internet gratis itu tidak penting. Kalau dibandingkan dengan makan gratis, menurut saya, itu strategic untuk mengatasi banyak masalah," ucapnya.
Menanggapi jawaban Prabowo, Ganjar mengatakan bahwa klarifikasi tersebut sudah terlambat karena publik sudah berada di internet dan menjadi jejak digital.
"Inilah hebatnya kalau coverage internetnya bagus. Jejak digital tidak akan pernah hilang. Maka, statement Bapak yang hari ini mencoba mengklarifikasi rasa-rasanya di publik sudah lewat karena pernyataan Bapak sangat clear dan membandingkan itu," ujarnya.
Pewarta : Nadia Putri Rahmani
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim bola basket AS raih emas kelima beruntun usai kalahkan Prancis 98-87
11 August 2024 9:11 WIB, 2024
Djokovic raih penghargaan olahragawan terbaik dunia untuk kelima kalinya
23 April 2024 7:12 WIB, 2024
Terpopuler - Pemilu
Lihat Juga
Terkait kebocoran DPT Pemilu 2024, Ketua KPU disidang kode etik di DKPP
28 February 2024 13:13 WIB, 2024
Petugas panwas distrik hilang di Papua Tengah, Bawaslu: Kami berharap ditemukan
27 February 2024 17:09 WIB, 2024
Kata pengamat, hak angket hanya membuktikan DPR bekerja untuk rakyat
27 February 2024 14:40 WIB, 2024
Gibran belum ingin ungkap kementerian baru bidangi makan siang gratis
26 February 2024 12:02 WIB, 2024