Bandarlampung (ANTARA) - Upaya untuk menurunkan stunting dan kemiskinan ekstrem, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu mengadakan kegiatan Pringsewu Cegah Stunting dan Gerakan Memasyarakatkan Sehat Makan Ikan (Princes - Gemeskan) dan Penurunan Kemiskinan Ekstrem, di lapangan Pekon Margosari, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Selasa (29/8).

Pada kegiatan yang dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Ny Rianasari Arinal, Penjabat Bupati Pringsewu Adi Erlansyah, Ketua DPRD Pringsewu Suherman beserta jajaran pemerintah daerah dan forkopimda, Ketua TP-PKK dan Bunda PAUD Pringsewu Ny Rusdiana Adi beserta Ketua DWP Ny Sri Prihatin Heri dan Ketua Ikada Pringsewu Ny Suherman, camat dan para kepala pekon beserta tokoh masyarakat setempat ini, juga dimeriahkan pendongeng nasional NH Bambang Bimo Suryo dari Yogyakarta yang menghibur ratusan anak pelajar SD, MI dan TK/PAUD.

Penjabat Bupati Pringsewu Adi Erlansyah mengatakan Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu sentra budi daya ikan air tawar di Provinsi Lampung dengan pemanfaatan lahan 516 hektare (50 persen) dari total luas lahan 1.067 hektare yang dimiliki daerah ini.

Dari total produksi ikan pada 2022 sebesar 13.001 ton, tingkat konsumsi ikan masyarakat Pringsewu masih tergolong rendah yaitu hanya 34,49 kg/kapita/tahun. Ini tentu memerlukan perhatian, mengingat upaya penurunan stunting yang saat ini menjadi salah satu concern pemerintah.

"Alhamdulillah, angka stunting Kabupaten Pringsewu dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan yang berarti, dimana berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia SSGI dari 19 persen pada 2021 menjadi 16,2 persen pada 2022. Untuk 2023 ini, penurunan angka stunting ditargetkan 13,50 persen dan 2024 sebesar 10,91 persen, dimana target nasional pada 2024 sebesar 14 persen," katanya pula.

Beberapa upaya dalam penurunan stunting adalah peningkatan gizi, perbaikan sanitasi, persiapan calon pengantin dan penanganan keluarga berisiko.

Untuk itu, Pemkab Pringsewu melalui Dinas Perikanan Kabupaten Pringsewu melaksanakan kegiatan Princes-Gemeskan, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap Program Nasional Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Provinsi Lampung Ny Riana Sari Arinal mengatakan ikan merupakan sumber protein hewani yang mudah didapatkan. Apalagi Pringsewu merupakan salah satu sentra ikan air tawar di Provinsi Lampung, sehingga potensi ini mesti dimanfaatkan untuk meningkatkan konsumsi ikan serta meningkatkan ekonomi keluarga.

Kadis Perikanan Kabupaten Pringsewu Debi Herdian SPi MSi mengatakan pada kegiatan Princes - Gemeskan, Pemkab Pringsewu memberikan berbagai bantuan, yaitu di bidang perikanan untuk penurunan stunting 200 jiwa, penurunan kemiskinan ekstrem 94 jiwa (23 KK), bantuan stunting 200 orang (untuk Pagelaran Utara 76 orang), PMTAS bagi anak PAUD dan SD 300 orang, bantuan sarana prasarana budi daya ikan (5 kelompok), bantuan kemasan produk olahan ikan (5 kelompok), bantuan badan hukum kelompok perikanan  (7 kelompok), asuransi nelayan berjaya (50 orang).

"Di bidang sosial berupa  bantuan aksesibilitas bagi PPKS berupa 11 kursi roda, dan dari bidang ketahanan pangan berupa paket bibit ikan (11 kelompok), pembibitan dan demplot (1 kelompok), dan dari perwakilan Masbasko (Masyarakat Bapak Asuh Peduli Stunting dan Keluarga Berisiko) berupa 20 kantong ikan mas dari UPP Perikanan Kabupaten Pringsewu," katanya lagi.

Pada kesempatan tersebut juga dicanangkan program Bangdikupang (Pengembangan Budi Daya Ikan Cupang) yang merupakan salah satu inovasi  Pringsewu untuk meningkatkan perekonomian dan mengurangi tingkat ketergantungan anak-anak memainkan gadget dengan memelihara ikan cupang, ditandai dengan pemberian ikan cupang 500 ekor kepada anak PAUD dan SD.
Baca juga: Sekda Pringsewu hadiri pembukaan desiminasi audit kasus stunting
Baca juga: Dompet Dhuafa Lampung bersama Pemkab Pringsewu salurkan paket gizi anak di Pardasuka


Pewarta : Emir Fajar Saputra
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024