Bandarlampung (ANTARA) - Tim Assesor Kemendikbudristek yang meninjau langsung presentasi dan evaluasi langsung lapangan usul pembukaan PSDKU (Program Study di Luar Kampus Utama) Universitas Lampung (Unila) di Kabupaten Lampung Tengah mengapresiasi Kabupaten Lampung Tengah sudah siap dan layak mengadakan PSDKU yang sementara ditempatkan di Bandiklat Kota Gajah, demikian disampaikan Tim Asessor Kemendikbudristek, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya PTV Arief Anang Sudrajat.

Pada kesempatan penilaian lapangan tersebut dibuka Bupati Lampung Tengah, Wakil Rektor IV Unila, dilanjutkan penilaian oleh tim Assesor Kemendikbudristek yang didampingi oleh Sekda serta Kepala Perangkat Daerah dan Tim PSDKU Lampung Tengah beberapa waktu lalu.

Menurut tim assesor sarana dan prasarana yang ada sangat baik dan sudah mendukung sehingga pelaksanan perkuliahan bisa berjalan dengan baik, mulai dari ruangan kuliah, laboratorium komputer, ruang dosen, perpustakaan digital dan pendukung lainnya. Meskipun masih lokasi sementara namun keseriusan Pemkab Lampung Tengah sangat dan patut diapresiasi.

“Tim assesor juga melihat IT mempersiapkan dengan baik sehingga akses internet yang sangat mendukung perkuliahan tidak perlu diragukan, yang rencananya PSDKU di Lampung Tengah akan membuka Prodi D3 Kuangan Perbankan,” kata Arief Anang Sudrajat.

“Saya yakin Pemkab Lampung Tengah akan sesegera membangun kampus tetap Unila di Lampung Tengah yang lahannya seluas lima hektare berada di Kawasan Terminal Betan Subing. Hasil dari penilaian lapangan ini akan dilaporkan ke pimpinan pusat dan hasil tertulis ini akan segera dikirim ke Kabupaten Lampung Tengah,” katanya.

“Niat Lampung Tengah mendirikan kampus Unila sangat baik, selain mendekatkan kampus Unila di Lampung Tengah yang membuat efisien para orang tua juga menyiapkan SDM yang unggul dan berprestasi di Lampung Tengah,” tegasnya.

Wakil Rektor IV Unila Dr. Ayi Ahadiat, mewakili Rektor Unila, menjelaskan ini merupakan penantian panjang dari Kabupaten Lampung Tengah , dimana sosialisasi juga telah dilakukan oleh seluruh pihak guna suksesnya PSDKU berada di Lampung Tengah, karena ini merupakan tuntutan wilayah Lampung Tengah yang cukup luas di Provinsi Lampung dan Lampung Tengah sangat serius dan konsen dengan projek ini.

Pemkab Lampung Tengah dan Unila serta pemangku kepentingan terkait akan berkomitmen bahu membahu dalam meningkatan sumber daya manusia di Lampung Tengah guna mencerdaskan anak bangsa. Kondisi ini juga terlihat dari kesiapan pemkab menyiapkan lahan lima hektare guna pembangunan kampus Unila di Lampung Tengah dan sosialisasi di setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Menurutnya di kampus sementara ini fasilitas cukup lengkap dan memadai sehingga diharapkan perkuliahan bisa segera terlaksana, dimana direncanakan akan dibuka D3 Keuangan dan Perbankan. Ke depan secara berkesinambungan akan hadir beberapa prodi dan Jurusan di Kampus Unila Lampung Tengah,” ungkap Ayi.

Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad mengucapkan selamat datang kepada tim assesor yang kehadirannya sangat dinantikan, dimana mimpi dan harapan yang Insyallah selangkah lagi akan tercapai yakni PSDKU Unila berada di Lampung Tengah.

Hal tersebut dalam rangka berupaya ke depan untuk mempersiapkan para generasi muda menjadi unggul dan berprestasi. Dunia pendidikan merupakan hal yang sangat diperhatikan di Lampung Tengah, Bupati mengatakan dari Pemkab, DPRD dan pemangku kepentingan bahu membahu dan saling dukung, salah satunya telah menyiapkan lahan lima hektare di Kawasan Terminal Betan Subing, dan saat ini akan dipusatkan sementara di Bandiklat Kota Gajah.

“Masyarakat sudah tidak sabar menantikan Unila di Lampung Tengah, terbukti dari antusiasnya masyarakat yang ingin anaknya berkuliah di Unila yang ada di Lampung Tengah yang tentunya sangat membantu dan efisien, katanya.

Musa Ahmad meminta dukungan, doa kepada masyarakat Lampung Tengah agar penilaian tim Assesor Kemendikbudristek berjalan sesuai dengan harapan dan sesegera mungkin pembelajaran bisa segera dimulai.


Pewarta : Emir Fajar Saputra
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2024