Presiden : Waspada dan berhati-hati saat mengambil kebijakan
Kamis, 26 Januari 2023 12:44 WIB
Presiden RI Joko Widodo memukul gong sebagai tanda seremonial dibukanya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transisi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di Gedung AA Maramis, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/1/2023). (ANTARA/Gilang Galiartha)
Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran pemerintah untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam pengambilan kebijakan meski Indonesia relatif sukses dalam menangani pandemi COVID-19 sembari menjaga stabilitas perekonomian.
Kesuksesan itu antara lain ditandai dengan pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir 2022 lalu, demikian disampaikan Presiden saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transisi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di Gedung AA Maramis, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis.
"Setelah PPKM kita cabut di akhir tahun 2022, masa ini adalah masa transisi dan kita harus tetap waspada, hati-hati, dalam memutuskan kebijakan, utamanya ekonomi yang sekarang ini kita berada pada posisi yang sangat baik," kata Jokowi.
Presiden menjabarkan bahwa pada kuartal III/2022 pertumbuhan ekonomi Indonesia naik 5,72 persen.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam laporan yang disampaikan lebih awal menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 diperkirakan mencapai 5,3 persen secara year on year (yoy).
"Year on year di tahun 2022 seperti tadi Pak Menko Airlangga menyampaikan 5,3 (persen), kalau itu tercapai, saya kira sebuah prestasi yang sangat baik," katanya.
Presiden juga sempat menceritakan tantangan besar yang dihadapi pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 terutama berkenaan dengan dampak yang ditimbulkan terhadap perekonomian, termasuk keputusan tidak memberlakukan karantina wilayah menyeluruh atau lockdown.
Kepala Negara mengaku akhirnya tidak memberlakukan lockdown karena berdasarkan perhitungannya kebijakan itu berpotensi menimbulkan kerusuhan dalam kurun waktu 2-3 pekan sejak diberlakukan.
"Coba saat itu misalnya kita putuskan lockdown. Hitungan saya dalam dua atau tiga minggu, rakyat sudah enggak bisa, enggak memiliki peluang yang kecil untuk mencari nafkah. Semuanya ditutup, negara tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat, apa yang terjadi? Rakyat pasti rusuh," katanya.
Oleh karena itu, Presiden mengingatkan sikap waspada dan hati-hati harus tetap dipertimbangkan dalam mengambil kebijakan di masa transisi setelah pencabutan PPKM.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden minta jaga kewaspadaan kebijakan saat buka Rakornas PC-PEN
Kesuksesan itu antara lain ditandai dengan pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir 2022 lalu, demikian disampaikan Presiden saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Transisi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di Gedung AA Maramis, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis.
"Setelah PPKM kita cabut di akhir tahun 2022, masa ini adalah masa transisi dan kita harus tetap waspada, hati-hati, dalam memutuskan kebijakan, utamanya ekonomi yang sekarang ini kita berada pada posisi yang sangat baik," kata Jokowi.
Presiden menjabarkan bahwa pada kuartal III/2022 pertumbuhan ekonomi Indonesia naik 5,72 persen.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam laporan yang disampaikan lebih awal menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 diperkirakan mencapai 5,3 persen secara year on year (yoy).
"Year on year di tahun 2022 seperti tadi Pak Menko Airlangga menyampaikan 5,3 (persen), kalau itu tercapai, saya kira sebuah prestasi yang sangat baik," katanya.
Presiden juga sempat menceritakan tantangan besar yang dihadapi pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 terutama berkenaan dengan dampak yang ditimbulkan terhadap perekonomian, termasuk keputusan tidak memberlakukan karantina wilayah menyeluruh atau lockdown.
Kepala Negara mengaku akhirnya tidak memberlakukan lockdown karena berdasarkan perhitungannya kebijakan itu berpotensi menimbulkan kerusuhan dalam kurun waktu 2-3 pekan sejak diberlakukan.
"Coba saat itu misalnya kita putuskan lockdown. Hitungan saya dalam dua atau tiga minggu, rakyat sudah enggak bisa, enggak memiliki peluang yang kecil untuk mencari nafkah. Semuanya ditutup, negara tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat, apa yang terjadi? Rakyat pasti rusuh," katanya.
Oleh karena itu, Presiden mengingatkan sikap waspada dan hati-hati harus tetap dipertimbangkan dalam mengambil kebijakan di masa transisi setelah pencabutan PPKM.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden minta jaga kewaspadaan kebijakan saat buka Rakornas PC-PEN
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Timnas putri targetkan raih kemenangan di setiap laga Kejuaraan ASEAN Putri 2025
05 August 2025 19:43 WIB
Terpopuler - Pemerintah/Dewan/Peradilan
Lihat Juga
Kejati Lampung susun berkas perkara korupsi tiga ASN Kejari Bandarlampung
25 March 2023 13:38 WIB, 2023
Zulkifli sebut anggaran buka puasa bersama pejabat dialihkan untuk rakyat
24 March 2023 21:27 WIB, 2023
Gub Jateng Ganjar Pranowo tolak Israel berlaga pada Piala Dunia U-20 Indonesia
24 March 2023 4:43 WIB, 2023
Pramono Anung: Larangan buka puasa bersama hanya untuk pejabat pemerintahan
23 March 2023 19:12 WIB, 2023
Tiga narapidana teroris di Lapas Rajabasa ucap ikrar setia kepada NKRI
21 March 2023 12:45 WIB, 2023