Bandarlampung (ANTARA) - Institut teknologi Sumatera (Itera) bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melakukan Focus Group Discussion (FGD) membahas strategi pengembangan kawasan Kabupaten Lampung Timur berbasis potensi sumber daya lokal, di Aula GKU Itera, beberaoa waktu lalu.

Kegiatan yang inisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Itera tersebut dihadiri Direktur Riset Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Kemdikbudristek RI, Prof. M. Faiz Syuaib, Bupati Lampung Timur, M. Dawam Rahardjo, Rektor ITERA Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITERA, Prof. Khairurrijal, Wakil Rektor Bidang Umum & Keuangan ITERA Dr. Rahayu Sulistyorini, dan tamu undangan.

Dalam sesi pemaparan materi, Direktur Riset Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Kemdikbudristek RI, Prof. M. Faiz Syuaib, menuturkan perlu adanya sinergi dan kolaborasi perguruan tinggi dalam riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang unggul. Prof. Faiz menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar terkait riset sumber yang dapat menghasilkan inovasi bagi masyarakat. Lebih lanjut, dia juga menunjukan data bahwa terdapat 4.481 perguruan tinggi di Indonesia yang dapat bersinergi dalam pemberdayaan masyarakat dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya.

“Peran perguruan tinggi sangat diperlukan dalam pemberdayaan masyarakat di Indonesia,” ujar Prof. M.Faiz.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur, M. Dawam Rahardjo, memaparkan potensi unggulan dari berbagai sektor di Kabupaten Lampung Timur, seperti pertanian tanamanan pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan pertambangan serta rencana pengembangan kawasan Kabupaten Lampung Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lampung Timur, M. Dawam Rahardjo, berharap dukungan Itera dalam meningkatkan daya saing produk unggulan Lampung Timur serta menginisiasi pelatihan vokasi untuk memenuhi tantangan Revolusi Industri 4.0 bagi masyarakat kabupaten Lampung Timur.

“Harapanya Itera dapat berkolaborasi dengan Pemkab Lamtim dalam menaikan daya saing serta memberikan pelatihan vokasi bagi masyarakat Lampung Timur,” ucap Dawam.

Menyambut pemaparan dari Bupati Lampung Timur, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera, Prof. Khairurrijal, mengatakan bahwa Itera telah melakukan berbagai penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah. Prof. Khairurrijal menyoroti potensi jagung, padi, dan ubi kayu di Sektor Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Lampung Timur sebagai produksi unggulan. Khairurrijal mengatakan bahwa Itera sudah menciptakan produk sebagai usulan produk oalahan Mi Kering dengan substitusi singkong Terfermentasi. Produk tersebut juga langsung dilihat Bupati Kabupaten Lampung Timur.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Itera, Prof. Khairurrijal, berpendapat bahwa Permintaan mi yang tinggi berdampak pada peningkatan kebutuhan tepung terigu. Saat ini, Indonesia masih melakukan impor gandum dari berbagai negara di dunia. Dalam hal tersebut, Mi Kering Singkong Terfermentasi dapat menjadi produk oalahan alternatif yang memiliki daya saing ekonomi bagi masyarakat Lampung Timur.

“Mi Kering Singkong Terfermentasi dapat menjadi produk olahan alternatif yang memiliki daya saing ekonomi bagi masyarakat Lampung Timur.” Tutur Khairrulrijal

Dalam sesi diskusi juga turut dibahas mengenai Potensi Wisata Bahari, Regulasi Pembangunan Infrastruktur, dan penelitian Itera. Diakhir kegiatan, Direktur Riset Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Kemendikbudristek RI, Prof. Faiz Syuaib, menginginkan dari agenda yang telah terselenggara, Itera dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dapat menghasilkan program bersama yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat.

Sementara Rektor Itera Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Lampung Timur yang telah menggandeng Itera dalam menemukan, dan menggali potensi daerah.


Pewarta : Emir Fajar Saputra
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024