Bandarlampung (ANTARA) - Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Bima Arya mengisi kuliah umum di Institut Teknologi Sumatera (Itera) bertema Climate Change, Green Economy and Human Rights.

"Saya menekankan pentingnya mahasiswa menjadi pelopor dan penggerak aksi-aksi penyelamatan lingkungan di daerahnya, serta menjadi pengingat para pemimpin agar lebih peduli terhadap isu lingkungan," katanya, di Lampung Selatan, Jumat.

Wali Kota Bogor tersebut menilai mahasiswa memiliki kekuatan untuk melakukan berbagai upaya penyelamatan lingkungan, dengan memanfaatkan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki, dan berbagai inovasi yang dilakukan. 

"Selain itu, mahasiswa juga perlu menjadi pengingat para pemimpin daerah untuk lebih peduli lingkungan. Banyak anak-anak muda di Indonesia yang ternyata juga risau dan galau dengan keselamatan Bumi di masa depan, hingga muncul gerakan-gerakan penyelamatan lingkungan di berbagai daerah, termasuk di Bogor," ujar Bima Arya. 

Oleh sebab itu, ia pun mengingatkan kepada pemimpin-pemimpin di daerah bahwa tugas kepala daerah bukan hanya untuk sekarang, tetapi juga mempersiapkan kehidupan generasi masa depan.

Menurutnya pula sebagai generasi muda, mahasiswa juga dituntut tidak cuek terhadap masalah lingkungan, oleh karenanya dirinya pun meminta agar dapat menerapkan pola hidup ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, hingga menghindari pemakaian kemasan makanan dan minuman berbahan plastik. 

"Saya berpesan agar mahasiswa Itera menjadi generasi kosmopolitan. Yaitu anak-anak muda yang punya pemahaman dan bangga dengan kultur lokal daerahnya, memiliki jiwa patriotisme nasional, akan tetapi mampu berselancar secara global," kata dia.

Rektor Itera Prof. Dr. Ing. Ir. Mitra Djamal, IPU., menyampaikan kebanggaan tersendiri, karena Ketua Apeksi yang juga Walikota Bogor, Bima Arya berkenan menyempatkan mengisi kuliah umum kepada mahasiswa Itera di sela Peringatan HUT ke-22 Apeksi yang dipusatkan di Kota Bandarlampung. 

Rektor Itera menilai, saat ini tantangan dan isu pengembangan wilayah dan kota menjadi isu yang kompleks, sehingga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga organisasi kewilayahan, perguruan tinggi maupun masyarakat. 

Untuk itu, lanjut dia, sebagai perguruan tinggi bidang sains dan teknologi di Sumatera, sudah semestinya Itera turut berperan dengan berkolaborasi melalui berbagai pihak, termasuk dengan Apeksi. Terlebih saat ini ITERA telah berkembang, dan memiliki 40 program studi dengan lebih dari 16.000 mahasiswa, memiliki berbagai pusat riset dan inovasi, serta kepakaran dosen yang mendukung. 

"Semua yang kami lakukan tentunya sebagai  kontribusi penting Itera dalam pengembangan wilayah di seluruh Sumatera dan Indonesia," kata dia.