Sariawan jadi gejala diabetes, benarkah?
Jumat, 8 April 2022 11:33 WIB
Ilustrasi sariawan (ANTARA/Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Di antara sejumlah gejala seseorang terkena diabetes, sariawan salah satunya, ungkap dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
"Sariawan menjadi salah satu gejala diabetes. Gangguan gigi kemudian gangguan mulut termasuk sariawan itu bisa terjadi akibat masalah gula darah tinggi," kata Founder Komunitas Sobat Diabet itu dalam sebuah acara kesehatan yang digelar daring, Kamis.
Rudy menjelaskan, gula darah yang tinggi yakni bila kadar gula darah puasa lebih dari 125 mg/dl, bisa menyebabkan mulut kering lalu menganggu pertahanan sistem kekebalan atau imun di dalam rongga mulut. Inilah yang kemudian mengakibatkan munculnya sariawan dan bahkan infeksi tambahan.
"Bisa juga terjadi infeksi tambahan misalkan terbentuknya plak, menyebabkan kerusakan gigi, gigi berlubang," tutur dia.
Menurut dia, bahaya ini bisa bertambah buruk seiring kondisi sistem imun yang rendah pada mereka dengan diabetes. Infeksi yang awalnya lokal pun bisa menjadi sistemik atau keseluruhan.
Rudy mengingatkan, diabetes dapat timbul tanpa gejala. Munculnya gejala selain sariawan, antara lain meningkatkan frekuensi buang air kecil, rasa haus dan lapar berlebihan, penurunan berat badan, kulit menjadi bermasalah hingga kesemutan sebenarnya pertanda terlambatnya pasien menyadari penyakitnya.
"Kalau sudah terjadi gejala itu sebenarnya sudah terlambat. Makanya kita penting untuk melakukan skrining atau evaluasi awal ada tidaknya diabetes terutama pada kelompok yang berisiko," demikian kata dia.
"Sariawan menjadi salah satu gejala diabetes. Gangguan gigi kemudian gangguan mulut termasuk sariawan itu bisa terjadi akibat masalah gula darah tinggi," kata Founder Komunitas Sobat Diabet itu dalam sebuah acara kesehatan yang digelar daring, Kamis.
Rudy menjelaskan, gula darah yang tinggi yakni bila kadar gula darah puasa lebih dari 125 mg/dl, bisa menyebabkan mulut kering lalu menganggu pertahanan sistem kekebalan atau imun di dalam rongga mulut. Inilah yang kemudian mengakibatkan munculnya sariawan dan bahkan infeksi tambahan.
"Bisa juga terjadi infeksi tambahan misalkan terbentuknya plak, menyebabkan kerusakan gigi, gigi berlubang," tutur dia.
Menurut dia, bahaya ini bisa bertambah buruk seiring kondisi sistem imun yang rendah pada mereka dengan diabetes. Infeksi yang awalnya lokal pun bisa menjadi sistemik atau keseluruhan.
Rudy mengingatkan, diabetes dapat timbul tanpa gejala. Munculnya gejala selain sariawan, antara lain meningkatkan frekuensi buang air kecil, rasa haus dan lapar berlebihan, penurunan berat badan, kulit menjadi bermasalah hingga kesemutan sebenarnya pertanda terlambatnya pasien menyadari penyakitnya.
"Kalau sudah terjadi gejala itu sebenarnya sudah terlambat. Makanya kita penting untuk melakukan skrining atau evaluasi awal ada tidaknya diabetes terutama pada kelompok yang berisiko," demikian kata dia.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa Teknik Biomedis Itera kembangkan alat deteksi dini gejala asma
07 February 2025 20:46 WIB, 2025
IDI sebut gejala HMPV mirip flu biasa sehingga publik tak perlu panik
08 January 2025 19:06 WIB, 2025
Dokter spesialis: Perhatikan gejala COVID varian baru pada orang tua yang berisiko
09 January 2024 12:43 WIB, 2024