Dua kambing warga Maua Hilia Agam diduga dimangsa harimau
Senin, 4 April 2022 20:50 WIB
Bangkai kambing milik warga diduga dimangsa harimau Sumatera, Senin (4/4). (Antara/HO-Dok Warga)
Lubukbasung (ANTARA) - Dua ekor ternak jenis kambing milik warga Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat diduga dimangsa harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Senin (4/4) dini hari.
Pemilik ternak, Doni (18) di Lubukbasung, Senin, mengatakan dua induk kambing itu dalam keadaan mati satu ekor dan satu ekor lagi hilang.
"Berkemungkinan satu ekor kambing itu dibawa satwa tersebut ke daerah lain," katanya.
Ia mengatakan, dua ekor kambing itu dimangsa satwa tersebut di sekitar rumah. Total kambing yang dimiliki sebanyak sembilan ekor.
Sementara tujuh ekor kambing lainnya berhasil lari dari kejaran satwa itu, sehingga bisa selamat.
"Tujuh ekor kambing saya selamat dan telah saya amankan di dalam kandang," katanya.
Ia mengakui, sekitar lokasi bangkai kambing banyak ditemukan jejak kaki dari satwa dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya itu.
Baca juga: Pemilik sapi saksikan hewan peliharaannya dierkam harimau
Sementara Wali Nagari Salareh Aia, Iron Maria Edi mengatakan ini merupakan konflik manusia dengan satwa yang kedua di Maua Mudik, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Sebelumnya juga ada ternak warga jenis sapi dimangsa harimau pada 30 November 2021.
"Harimau tersebut berhasil masuk dalam kandang jebak milik Resor Balai Konservasi Sumber Daya Maninjau pada 10 Januari 2022 dan berkemungkinan ini individu yang lain," katanya.
Dengan kejadian itu, ia mengimbau warga untuk berhati-hati ke kebun dan mengandangkan ternak ke lokasi lebih aman, agar tidak dimangsa.
Pemilik ternak, Doni (18) di Lubukbasung, Senin, mengatakan dua induk kambing itu dalam keadaan mati satu ekor dan satu ekor lagi hilang.
"Berkemungkinan satu ekor kambing itu dibawa satwa tersebut ke daerah lain," katanya.
Ia mengatakan, dua ekor kambing itu dimangsa satwa tersebut di sekitar rumah. Total kambing yang dimiliki sebanyak sembilan ekor.
Sementara tujuh ekor kambing lainnya berhasil lari dari kejaran satwa itu, sehingga bisa selamat.
"Tujuh ekor kambing saya selamat dan telah saya amankan di dalam kandang," katanya.
Ia mengakui, sekitar lokasi bangkai kambing banyak ditemukan jejak kaki dari satwa dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya itu.
Baca juga: Pemilik sapi saksikan hewan peliharaannya dierkam harimau
Sementara Wali Nagari Salareh Aia, Iron Maria Edi mengatakan ini merupakan konflik manusia dengan satwa yang kedua di Maua Mudik, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Sebelumnya juga ada ternak warga jenis sapi dimangsa harimau pada 30 November 2021.
"Harimau tersebut berhasil masuk dalam kandang jebak milik Resor Balai Konservasi Sumber Daya Maninjau pada 10 Januari 2022 dan berkemungkinan ini individu yang lain," katanya.
Dengan kejadian itu, ia mengimbau warga untuk berhati-hati ke kebun dan mengandangkan ternak ke lokasi lebih aman, agar tidak dimangsa.
Pewarta : Altas Maulana
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Agam kembali menyala, sistem kelistrikan Sumbar pulih 100 persen pascabencana
08 December 2025 7:17 WIB
Kasus Rest Area KM45, Anak korban: Laporan ditolak berdalih pistol bohongan
06 January 2025 15:47 WIB, 2025
Sebanyak 2.742 ekor anak sapi di Agam Sumbar lahir hasil kawin suntik selama 2023
19 February 2024 18:56 WIB, 2024
Terpopuler - Peristiwa
Lihat Juga
636 jemaah Tarikat Naqsabandiyah ikuti kegiatan Suluk Ramadhan di Bengkulu
26 March 2023 16:55 WIB, 2023
Penyelundupan puluhan gagak hitam untuk ritual mistik digagalkan polisi
24 March 2023 21:17 WIB, 2023