Jakarta (ANTARA) - Panitia pembangunan masjid Indonesia di Inggris, Indonesian Islamic Centre (IIC) London, telah meluncurkan program penggalangan dana bertajuk "Wakaf Mozaik" dan langsung menerima komitmen wakaf sekitar Rp5 miliar.

“Dengan komitmen wakaf di hari peluncuran ini, Alhamdulillah panitia IIC berhasil menutup kekurangan uang muka (deposit) pembelian properti bekas gereja yang akan kita jadikan masjid yaitu sebesar 400.000 poundsterling dari total harga pembelian 1,5 juta poundsterling," kata ketua panitia pembangunan masjid IIC London, Eko Kurniawan dalam keterangannya dari London, Minggu.

Dari Rp5 miliar komitmen wakaf, sebesar Rp2,4 miliar di antaranya dari dua lembaga, masing-masing sekitar Rp1,2 miliar dari organisasi bantuan kemanusiaan Human Aid Initiative (HAI) dan PT Paragon Technology dan Innovation, yang diserahterimakan secara simbolis di acara peluncuran ‘Wakaf Mozaik’.

Sementara itu, Dubes RI di Inggris dan Irlandia Desra Percaya menyampaikan apresiasi atas kegiatan Wakaf Mozaik untuk Masjid Indonesia pertama di Inggris itu.

“Masjid ini Insya Allah akan mendukung peningkatan hubungan yang baik tidak hanya di antara masyarakat Muslim Indonesia, tetapi juga dengan masyarakat setempat, seperti di bidang keagamaan, pendidikan dan sosial. Juga bisa menunjukkan wajah Islam yang betul-betul rahmatan lil alamin dan membangun citra baik Indonesia di mata dunia internasional,” kata Desra.

Acara dengan pembicara utama KH Abdullah Gymnastiar atau AA Gym itu turut dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan, dan perwakilan Paragon Technology and Innovation Nurhayati.

Sandiaga menyampaikan dukungan agar masjid itu dapat menjadi etalase Indonesia, termasuk pariwisata halal di luar negeri.

Penggalangan dana menargetkan capaian sebesar 450.000 poundsterling atau sekitar Rp9 miliar.

Program yang dilaksanakan pada 9 Januari hingga 30 April 2022 itu menawarkan paket wakaf dengan nilai minimal 1.000 poundsterling hingga 50.000 poundsterling. Interior bangunan yang akan menjadi Masjid Indonesia di London. (ANTARA/HO-IIC London)

Menurut ketua pelaksana program Wakaf Mozaik IIC London, Gatot Subroto, sejumlah nama donatur akan diabadikan di mozaik dinding masjid hingga dipakai sebagai nama pintu utama, ruang kantor, ruang kelas, ruang perpustakaan, dan ruang serba guna.

“Jadi, selain jumlah paket wakaf ini terbatas, waktu pemesanan juga kami batasi hanya sampai April. Siapa cepat dia dapat,” jelas Gatot.

Setelah program berakhir, panitia tidak akan menerima pemesanan ‘Wakaf Mozaik’ dan donasi yang masuk akan dikategorikan sebagai sedekah.

Bangunan yang nantinya akan dipakai sebagai masjid adalah bekas gereja yang berada di kawasan Neasden, di London barat laut.

Penawaran atas properti ini sudah diterima dan saat ini dalam proses berpindah tangan.

Bangunan berlantai dua dengan daya tampung hingga 900 jamaah tersebut dianggap ideal karena tak jauh dari pusat kota London.

Lokasi masjid juga mudah diakses melalui transportasi umum, seperti bus dan kereta bawah tanah.
 

Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2024