Dua sapi milik warga Mahur Hilia Agam diduga dimangsa harimau
Rabu, 1 Desember 2021 13:14 WIB
Kondisi ternak yang luka-luka akibat diserang harimau. (ANTARA/HO-Dok Resor KSDA Agam)
Lubukbasung, (ANTARA) - Dua ekor sapi milik Rano warga Mahur Hilia, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat diduga dimangsa satwa liar jenis harimau Sumatera pada Selasa (30/11) pagi.
Wali Nagari Silareh Aia, Iron Maria Edi di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan dua ekor sapi yang diduga dimangsa harimau itu ditemukan sudah dalam kondisi mati satu ekor, dan mengalami luka-luka satu ekor.
"Tubuh kedua sapi itu banyak cakaran dan ada jejak gigi satwa liar tersebut," katanya.
Ia mengatakan, kedua sapi itu berada dalam kandang tidak jauh dari rumah korban.
Kejadian pada Selasa (30/11) pagi dan pihaknya baru menerima laporan dari wali jorong pada Rabu (1/12).
Mendapat informasi tersebut, tambahnya, ia langsung melaporkan kejadian ke Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam.
"Kami langsung melaporkan ke Resor KSDA Agam guna menyikapi keresahan warga, dan ini salah satu antisipasi yang kami lakukan," katanya.
Sementara itu, Kepala Resor KSDA Agam Ade Putra menambahkan pihaknya sedang menuju lokasi untuk menyikapi laporan konflik antara satwa dengan manusia.
"Kami langsung ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari wali nagari terkait ternak warga dimangsa satwa," katanya.
Ia menambahkan, tim ke lokasi untuk identifikasi lapangan guna memastikan satwa yang memangsa ternak warga itu dari jejak cakaran, kaki dan kotoran.
Apabila telah diketahui, maka Resor KSDA Agam bakal melakukan upaya selanjutnya.
"Setelah didapat, baru kita lakukan upaya selanjutnya apakah pengusiran atau pemasangan perangkap," katanya.***3***
Wali Nagari Silareh Aia, Iron Maria Edi di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan dua ekor sapi yang diduga dimangsa harimau itu ditemukan sudah dalam kondisi mati satu ekor, dan mengalami luka-luka satu ekor.
"Tubuh kedua sapi itu banyak cakaran dan ada jejak gigi satwa liar tersebut," katanya.
Ia mengatakan, kedua sapi itu berada dalam kandang tidak jauh dari rumah korban.
Kejadian pada Selasa (30/11) pagi dan pihaknya baru menerima laporan dari wali jorong pada Rabu (1/12).
Mendapat informasi tersebut, tambahnya, ia langsung melaporkan kejadian ke Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam.
"Kami langsung melaporkan ke Resor KSDA Agam guna menyikapi keresahan warga, dan ini salah satu antisipasi yang kami lakukan," katanya.
Sementara itu, Kepala Resor KSDA Agam Ade Putra menambahkan pihaknya sedang menuju lokasi untuk menyikapi laporan konflik antara satwa dengan manusia.
"Kami langsung ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari wali nagari terkait ternak warga dimangsa satwa," katanya.
Ia menambahkan, tim ke lokasi untuk identifikasi lapangan guna memastikan satwa yang memangsa ternak warga itu dari jejak cakaran, kaki dan kotoran.
Apabila telah diketahui, maka Resor KSDA Agam bakal melakukan upaya selanjutnya.
"Setelah didapat, baru kita lakukan upaya selanjutnya apakah pengusiran atau pemasangan perangkap," katanya.***3***
Pewarta : Altas Maulana
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Agam kembali menyala, sistem kelistrikan Sumbar pulih 100 persen pascabencana
08 December 2025 7:17 WIB
Kasus Rest Area KM45, Anak korban: Laporan ditolak berdalih pistol bohongan
06 January 2025 15:47 WIB, 2025
Sebanyak 2.742 ekor anak sapi di Agam Sumbar lahir hasil kawin suntik selama 2023
19 February 2024 18:56 WIB, 2024
Terpopuler - Peristiwa
Lihat Juga
636 jemaah Tarikat Naqsabandiyah ikuti kegiatan Suluk Ramadhan di Bengkulu
26 March 2023 16:55 WIB, 2023
Penyelundupan puluhan gagak hitam untuk ritual mistik digagalkan polisi
24 March 2023 21:17 WIB, 2023