Inggris: Kemungkinan subvarian Delta lebih menular
Sabtu, 23 Oktober 2021 13:27 WIB
Arsip - Warga berjalan melintasi London Bridge di tengah pandemi COVID-19 di London, Inggris, Juli 2021. (ANTARA/Reuters/as)
London (ANTARA) - Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada Jumat (22/10) mengonfirmasi bahwa subvarian Delta (Delta AY.4.2) ditetapkan sebagai varian dalam penyelidikan (VUI) pada 20 Oktober 2021 dan resmi dinamai VUI-21OCT-01.
UKHSA mengatakan penetapan itu dibuat lantaran subvarian tersebut menjadi semakin sering ditemukan di Inggris dalam beberapa bulan terakhir. Ada sejumlah bukti awal bahwa mutasi itu kemungkinan memiliki tingkat perkembangan yang tinggi di Inggris ketimbang Delta.
Hingga 20 Oktober tercatat 15.120 kasus terkonfirmasi subvarian Delta di Inggris sejak pertama kali ditemukan pada Juli. Subvarian tersebut menyumbang sekitar 6 persen dari total kasus selama sepekan terakhir. Kasus dikonfirmasi lewat pengurutan genom di sembilan kawasan Inggris.
UKHSA mengatakan sedang mengawasinya secara cermat, meski varian Delta versi asli "masih sangat dominan" di negara tersebut, yakni hampir 99,8 persen dari total kasus.
Meski bukti masih bermunculan, sejauh ini subvarian tersebut tampaknya tidak menyebabkan penyakit menjadi lebih parah atau membuat vaksin yang digunakan saat ini menjadi kurang ampuh.
"Virus kerap bermutasi secara acak, dan tidak disangka bahwa varian-varian baru akan terus muncul selama pandemi berlangsung, terutama saat angka kasus masih tinggi," kata CEO UKHSA Dr Jenny Harries.
Berdasarkan data terkini, lebih dari 86 persen orang berusia 12 ke atas di Inggris sudah mendapatkan dosis pertama vaksin dan sekitar 79 persen telah menerima dosis kedua.
Untuk kembali pada kehidupan normal, negara-negara seperti Inggris, China, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat berpacu dengan waktu untuk meluncurkan vaksin COVID-19.
Sumber: Xinhua
UKHSA mengatakan penetapan itu dibuat lantaran subvarian tersebut menjadi semakin sering ditemukan di Inggris dalam beberapa bulan terakhir. Ada sejumlah bukti awal bahwa mutasi itu kemungkinan memiliki tingkat perkembangan yang tinggi di Inggris ketimbang Delta.
Hingga 20 Oktober tercatat 15.120 kasus terkonfirmasi subvarian Delta di Inggris sejak pertama kali ditemukan pada Juli. Subvarian tersebut menyumbang sekitar 6 persen dari total kasus selama sepekan terakhir. Kasus dikonfirmasi lewat pengurutan genom di sembilan kawasan Inggris.
UKHSA mengatakan sedang mengawasinya secara cermat, meski varian Delta versi asli "masih sangat dominan" di negara tersebut, yakni hampir 99,8 persen dari total kasus.
Meski bukti masih bermunculan, sejauh ini subvarian tersebut tampaknya tidak menyebabkan penyakit menjadi lebih parah atau membuat vaksin yang digunakan saat ini menjadi kurang ampuh.
"Virus kerap bermutasi secara acak, dan tidak disangka bahwa varian-varian baru akan terus muncul selama pandemi berlangsung, terutama saat angka kasus masih tinggi," kata CEO UKHSA Dr Jenny Harries.
Berdasarkan data terkini, lebih dari 86 persen orang berusia 12 ke atas di Inggris sudah mendapatkan dosis pertama vaksin dan sekitar 79 persen telah menerima dosis kedua.
Untuk kembali pada kehidupan normal, negara-negara seperti Inggris, China, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat berpacu dengan waktu untuk meluncurkan vaksin COVID-19.
Sumber: Xinhua
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Brigjen Pol Helfi Assegaf, dari Dirtipideksus Bareskrim Polri jadi Kapolda Lampung
27 September 2025 13:15 WIB
Polri mutasi 60 personel, Dankorbrimob-Kabaintelkam dan Kapolda Lampung diganti
26 September 2025 10:12 WIB
Terpopuler - Riset
Lihat Juga
Ternyata ampas kopi pun bisa dikembangkan menjadi material baterai kendaraan listrik
04 November 2021 8:37 WIB, 2021
Ini dia empat manfaat yang bisa didapat dengan memiliki keterampilan digital
20 October 2021 5:21 WIB, 2021
Respons antibodi penerima vaksin J&J lebih kuat jika diberi "booster" mRNA
15 October 2021 10:04 WIB, 2021
Ternyata olahraga dua jam sebelum tidur dapat membantu lebih nyenyak
13 October 2021 10:47 WIB, 2021
Koktail antibodi AstraZeneca sukses pangkas kasus COVID-19 dalam uji akhir
12 October 2021 5:06 WIB, 2021
Ternyata percakapan kesehatan mental di media sosial tidak lagi tabu
10 October 2021 12:39 WIB, 2021