Asita Sulsel mengembangkan wisata kesehatan termasuk kebugaran
Kamis, 21 Oktober 2021 5:57 WIB
Ketua DPD Asita Sulsel Didi Leonardo Manaba. ANTARA/HO-pribadi
Makassar (ANTARA) - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Selatan mengembangkan wisata kesehatan termasuk wisata kebugaran (wellnes tourism) untuk pelayanan maksimal kepada pelancong.
Ketua DPD Asita Sulsel Didi Leonardo Manaba di Makassar, Rabu, mengatakan banyak tren wisata baru yang ikut berkembang di Makassar selama pandemi COVID-19.
"Kita 'treatment' jiwa dan raga para wisatawan. Banyak hal yang bisa dilakukan termasuk meminta tamu ikut yoga hingga berendam di air laut sama halnya yang dilakukan masyarakat lokal," katanya.
Selain itu, bisa juga mengembangkan tempat-tempat seperti penyediaan terapi herbal untuk menjaga kesehatan para wisatawan.
"Jadi banyak yang bisa kita dilakukan. Termasuk mencoba menyediakan terapi atau minuman herbal dan sebagainya," jelasnya.
Asita Sulsel juga menjaga agar wisatawan tidak merasa lelah atau letih selama perjalanan. Untuk itu, pihaknya menyiapkan atau menyusun jadwal khusus.
"Jadi wisatawan sekarang tidak bisa capek, seperti satu harian jalan dan tanpa istirahat. Jadi kita atur jadwal agar tidak terlalu lama di satu destinasi," ujarnya.
Baca juga: Sandiaga Uno akan kembangkan wisata kesehatan dan herbal
Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno sebut Bali dicanangkan sebagai sentra wisata medis
Ketua DPD Asita Sulsel Didi Leonardo Manaba di Makassar, Rabu, mengatakan banyak tren wisata baru yang ikut berkembang di Makassar selama pandemi COVID-19.
"Kita 'treatment' jiwa dan raga para wisatawan. Banyak hal yang bisa dilakukan termasuk meminta tamu ikut yoga hingga berendam di air laut sama halnya yang dilakukan masyarakat lokal," katanya.
Selain itu, bisa juga mengembangkan tempat-tempat seperti penyediaan terapi herbal untuk menjaga kesehatan para wisatawan.
"Jadi banyak yang bisa kita dilakukan. Termasuk mencoba menyediakan terapi atau minuman herbal dan sebagainya," jelasnya.
Asita Sulsel juga menjaga agar wisatawan tidak merasa lelah atau letih selama perjalanan. Untuk itu, pihaknya menyiapkan atau menyusun jadwal khusus.
"Jadi wisatawan sekarang tidak bisa capek, seperti satu harian jalan dan tanpa istirahat. Jadi kita atur jadwal agar tidak terlalu lama di satu destinasi," ujarnya.
Baca juga: Sandiaga Uno akan kembangkan wisata kesehatan dan herbal
Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno sebut Bali dicanangkan sebagai sentra wisata medis
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Lampung Selatan tingkatkan layanan kesehatan hingga datangi rumah warga
22 January 2026 20:41 WIB
Direktur Ditjenpas apresiasi layanan kesehatan di lapas narkotika Bandarlampung
15 January 2026 21:33 WIB
Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjen PAS kunjungi Rutan Kelas I Bandarlampung
15 January 2026 20:06 WIB
Dinkes Lampung Selatan sasar 16.694 ibu hamil pada program CKG cegah hepatitis
15 January 2026 19:01 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022