Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan pihaknya akan mengembangkan program wisata kesehatan (medical tourism) serta wisata kebugaran dan herbal karena memiliki pangsa pasar yang besar.

“Wisatawan nusantara hampir tiap tahun menghabiskan 11 miliar dolar AS lebih untuk berwisata kesehatan di luar negeri,” kata Menparekraf Sandiaga Uno pada jumpa pers mingguan di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara virtual, Jakarta, Senin.

Karena itu, kata dia, Jakarta, Medan, dan Bali akan dipromosikan sebagai tujuan wisata kesehatan pada tahap awal dan akan diperluas ke destinasi lainnya.

Kemenparekraf akan menggandeng berbagai instansi dari lintas kementerian lainnya maupun pihak swasta, seperti menggandeng Perkumpulan Dokter Wisata Indonesia, guna bekerja sama mendukung wisata kesehatan di Indonesia.

Menurut Menparekraf, Indonesia sudah mulai menapak ke good quality sehingga dapat bersaing dengan rumah sakit di luar negeri.

“Misalnya di RS Eka Hospital untuk perawatan tulang belakang atau spine, memiliki alat kedokteran buatan Jerman yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno. 

Lebih lanjut, Menparekraf memaparkan bahwa di tengah pandemi COVID-19 dan tantangan ekonomi agar ditingkatkan resiliensi dari industri kesehatan dalam negeri.

Salah satunya, kata dia, untuk mempromosikan wisata kesehatan yang diharapkan pada tahap awal fokus dengan wisatawan Nusantara dan di tahap berikutnya dapat dikembangkan kepada wisatawan mancanegara.

Teruntuk wisata kebugaran dan herbal, menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi, khususnya di Bali.

“Bahkan sudah banyak wisatawan mancanegara yang sudah ke Bali untuk melakukan wisata berbasis kebugaran dan herbal tourism, terutama mengenai estetika dan kosmetika. Untuk itu SDM (Sumber Daya Manusia) harus ditingkatkan melalui reskilling dan upskilling untuk memberikan pelayanan berstandar lebih tinggi lagi,” ucap Menparekraf Sandiaga.


Pewarta : M Baqir Idrus Alatas
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2024